Antrean Misterius di SPBU Bekut Tebas Tengah Malam, Diduga Tangki Siluman Sudah Siap “Menyerbu” Saat SPBU Dibuka

oleh -1139 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Pemandangan yang memicu tanda tanya publik kembali terlihat di SPBU Bekut, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Dalam sebuah rekaman video yang diambil sekitar pukul 23.00 WIB, terlihat sejumlah mobil sudah berjejer di sekitar area SPBU pada malam hari, Minggu (15/03/2026

banner 336x280

Yang menjadi sorotan, kendaraan-kendaraan tersebut diduga merupakan mobil tangki siluman yang sudah bersiap mengantre sejak malam hari, menunggu momen ketika SPBU mulai beroperasi pada pagi hari.

Fenomena ini pertama kali didokumentasikan oleh Ketua DPD Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia (MKFMNI) Kalimantan Barat, Afrizal, yang secara tidak sengaja melihat langsung antrean kendaraan tersebut saat melintas di lokasi.

“Sekitar pukul 23.00 WIB mobil-mobil itu sudah berjejer. Diduga mereka sudah standby dari malam agar bisa langsung mengisi BBM ketika SPBU buka,” ujar Afrizal.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah keluhan masyarakat Kabupaten Sambas yang dalam sepekan terakhir harus menghadapi antrean panjang hingga berkilometer hanya untuk mendapatkan BBM subsidi.

Tak sedikit warga yang harus menunggu berjam-jam di SPBU, namun pada akhirnya hanya mendapatkan 4 hingga 5 liter BBM untuk kendaraan mereka.

Di tengah kondisi tersebut, kemunculan mobil-mobil yang diduga tangki siluman justru semakin memicu kecurigaan masyarakat.

Publik mulai bertanya-tanya, bagaimana mungkin kendaraan yang diduga mengambil BBM dalam jumlah besar bisa dengan mudah mengantre sejak malam hari tanpa ada penertiban.

Situasi ini pun memunculkan pertanyaan serius terhadap sistem pengawasan yang seharusnya berjalan di lapangan.

“Kalau memang mobil-mobil ini diduga tangki siluman, tentu masyarakat ingin tahu bagaimana pengawasannya. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” tegas Afrizal.

Ia juga menilai, jika kondisi seperti ini terus terjadi, maka kelangkaan BBM yang dikeluhkan masyarakat tidak akan pernah benar-benar terselesaikan.

BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat luas justru berpotensi dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan.

Karena itu, Afrizal meminta pihak terkait mulai dari pengelola SPBU, aparat pengawas, hingga dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Sambas untuk segera turun tangan menertibkan praktik yang merugikan masyarakat tersebut.

“Kalau mobil-mobil yang diduga tangki siluman ini tidak bisa ditertibkan, maka wajar jika masyarakat bertanya: ada apa sebenarnya dengan pengawasan di lapangan? Apakah sistemnya yang lemah, atau justru ada pihak-pihak yang membiarkan hal ini terjadi?” ujarnya.

Menurutnya, jika tidak ada tindakan tegas, bukan tidak mungkin praktik semacam ini akan terus berulang dan membuat masyarakat kecil semakin sulit mendapatkan BBM subsidi.

“BBM subsidi ini seharusnya untuk masyarakat. Jangan sampai justru menjadi ladang bisnis bagi oknum yang bermain di balik kelangkaan,” pungkasnya.

Sumber: Afrizal Ketua MKFMNI DPD  Kalbar

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.