Sambas–CektaIndonesia.com
Aroma kuat dugaan praktik ilegal kian mencuat di balik temuan sebuah excavator yang hangus terbakar di kawasan hutan mangrove Sungai Simpur, Pantai Mutusan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.(04/04/2026)
Alat berat yang diduga digunakan untuk membabat hutan mangrove itu kini hanya menyisakan rangka besi hitam legam. Ironisnya, alat tersebut ditemukan terparkir tepat di tengah kawasan yang selama ini disorot karena kerusakan lingkungan yang terus terjadi tanpa kejelasan penindakan.
Kini, lokasi telah dipasangi garis polisi (police line). Aparat tampak mulai bergerak, namun publik mempertanyakan: apakah ini akan benar-benar diusut tuntas, atau kembali menjadi kasus yang hilang tanpa jejak?
Warga setempat sudah lama bersuara. Hutan mangrove yang dulunya menjadi benteng alami pesisir, perlahan diratakan. Aktivitas pembabatan disebut bukan baru terjadi, melainkan berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan.
“Ini bukan kejadian baru. Mangrove di sini sudah lama habis sedikit demi sedikit. Tapi siapa yang bermain, tidak pernah jelas,” ujar seorang warga.
Lebih mengejutkan, persoalan ini sebelumnya telah dilaporkan ke Pemerintah Daerah Sambas, baik melalui jalur legislatif maupun eksekutif. Namun hingga hari ini, belum ada titik terang. Aktivitas perusakan tetap berjalan, seolah hukum tak memiliki daya.
Terbakarnya excavator di lokasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi. Apakah ini bentuk konflik antar pihak? Upaya menghilangkan barang bukti? Atau sinyal adanya “permainan besar” yang selama ini tersembunyi?
Yang jelas, kejadian ini membuka luka lama, kerusakan mangrove yang tak kunjung ditangani serius. Padahal, mangrove bukan sekadar pepohonan. Ia adalah pelindung garis pantai, sumber kehidupan nelayan, dan benteng ekosistem pesisir.
Jika dibiarkan, bukan hanya hutan yang hilang, masa depan masyarakat pesisir pun ikut dipertaruhkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait siapa pemilik alat berat tersebut maupun penyebab kebakaran. Publik kini menunggu, apakah aparat benar-benar berani mengungkap aktor di balik perusakan ini, atau justru kembali membiarkannya tenggelam dalam diam.
Sumber: Warga Paloh







