Warga Geruduk Kantor Desa, Kades Sungai Palah Disorot Soal Minimnya Sosialisasi Pabrik Sawit

oleh -299 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Gelombang protes warga pecah di Kantor Desa Sungai Palah, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Rabu (8/4/2026). Puluhan perwakilan dari lima desa mendatangi kantor desa dengan pengawalan aparat Polsek Galing dan Koramil Teluk Keramat, menuntut penjelasan langsung dari Kepala Desa Sungai Palah, Mahrus.

banner 336x280

Warga yang datang berasal dari Desa Galing, Sijang, Saguk, Sungai Palah, dan Tri Kembang. Mereka secara tegas menyoroti sikap kepala desa yang dinilai tidak transparan terkait rencana pembangunan pabrik kelapa sawit milik PT CAS (Cemerlang Andalan Sawit) di kawasan Bukit Sepeleng.
Dalam forum yang berlangsung di kantor desa, suasana sempat memanas.

Warga mendesak Mahrus untuk memaparkan secara terbuka dasar perizinan, kajian lingkungan, serta proses yang telah dilalui hingga rencana pembangunan pabrik tersebut berjalan.

Namun, penjelasan yang disampaikan kepala desa dinilai tidak menjawab inti persoalan. Warga bahkan menyebut jawaban yang diberikan cenderung berputar dan tidak memberikan kepastian.

Kekecewaan warga semakin memuncak saat Mahrus mengklaim sosialisasi telah dilakukan, termasuk melalui momen informal seperti acara pernikahan di tarup. Pernyataan tersebut langsung menuai kritik keras dari warga yang hadir.

“Kalau hanya disampaikan di acara pernikahan, itu bukan sosialisasi resmi. Ini menyangkut kepentingan banyak orang,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.

Sejumlah warga menilai, penyampaian informasi di ruang non-formal tidak bisa dijadikan dasar bahwa masyarakat telah mendapatkan sosialisasi yang layak, terlebih untuk proyek besar yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan warga.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan kejelasan regulasi lingkungan serta legalitas izin pembangunan pabrik tersebut. Hingga forum berakhir, mereka menilai belum ada penjelasan yang mampu meredakan keresahan.

Situasi ini memunculkan penilaian di tengah masyarakat bahwa pemerintah desa terkesan tidak terbuka dan kurang berpihak pada kepentingan warga.

Sebagai tindak lanjut, warga memberikan waktu lima hari kepada pemerintah desa untuk menghadirkan pihak perusahaan serta instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Sambas dalam forum lanjutan yang lebih terbuka.

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, kegiatan tetap berjalan aman, kondusif, dan terkendali di bawah pengawalan aparat. Namun, sorotan terhadap kinerja Kepala Desa Sungai Palah kini semakin tajam dan berpotensi memicu aksi lanjutan dari warga.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.