Dinkes Sambas Gas GERCEP TBC, dr. Ganjar Eko Prabowo Tegaskan: Deteksi Dini, Pengobatan Tuntas, dan Cegah Penularan

oleh -67 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas memperkuat langkah percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui gerakan GERCEP TBC (Gerak Cepat Penanggulangan Tuberkulosis), sebuah pendekatan kolaboratif yang diarahkan untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan risiko penularan di tengah masyarakat. (2/10/2026)

banner 336x280

Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola penanggulangan TBC agar tidak lagi bertumpu pada pola kerja sektoral dan pasif, melainkan bergerak lebih cepat, terintegrasi, berbasis data, serta melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M., menegaskan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan komitmen bersama dan langkah nyata yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan penanganan TBC tidak cukup hanya diukur dari penemuan pasien, tetapi juga harus dipastikan melalui akses pelayanan kesehatan, keteraturan pengobatan, hingga pasien menyelesaikan seluruh tahapan pengobatan sesuai ketentuan medis.

“Melalui GERCEP TBC, kami ingin memastikan bahwa penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Sambas berjalan lebih cepat, terintegrasi, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, tetapi juga memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan secara teratur hingga tuntas serta mencegah terjadinya penularan di lingkungan masyarakat,” tegas dr. Ganjar Eko Prabowo.

Tantangan Geografis Sambas Membutuhkan Penanganan Terintegrasi

Tuberkulosis masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Penanganannya membutuhkan kesinambungan pelayanan, deteksi dini, edukasi, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Kabupaten Sambas dengan karakteristik geografis yang mencakup wilayah pesisir, perairan, dan pedalaman menghadapi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat, mempercepat pemeriksaan terduga TBC, serta memastikan pasien memperoleh pengobatan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, penguatan angka penemuan kasus atau Case Notification Rate (CNR) dan optimalisasi keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam mempercepat pencapaian sasaran penanggulangan TBC.

Kondisi tersebut menuntut perubahan pendekatan, dari penanganan yang cenderung menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan menjadi upaya yang lebih aktif dalam menemukan kasus dan menghubungkan masyarakat dengan layanan pemeriksaan serta pengobatan.

Melalui GERCEP TBC, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mendorong agar setiap unsur terkait memiliki peran yang jelas dalam mendukung percepatan penanggulangan penyakit tersebut.

Kadiskes: Jangan Ada Pasien Putus Pengobatan

Dr. Ganjar Eko Prabowo menekankan bahwa keberhasilan penanggulangan TBC sangat bergantung pada kesinambungan pengobatan dan dukungan lingkungan terhadap pasien.

“Kami menyadari bahwa kondisi geografis Kabupaten Sambas, mulai dari wilayah pesisir, perairan, hingga pedalaman, menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, keluarga pasien, serta partisipasi aktif masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghilangkan stigma terhadap penderita TBC. Masyarakat diharapkan tidak mengucilkan pasien, melainkan memberikan dukungan agar mereka berani memeriksakan diri dan menjalani pengobatan secara teratur.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC. Jangan ada stigma terhadap pasien, karena TBC dapat diobati dan keberhasilan pengobatan membutuhkan dukungan semua pihak,” lanjutnya.

Edukasi mengenai gejala TBC, pemeriksaan dini, pencegahan penularan, serta kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

GERCEP TBC Bukan Sekadar Gerakan Seremonial

GERCEP TBC diarahkan sebagai gerakan nyata dengan sejumlah fokus strategis, meliputi:

Percepatan penemuan kasus, melalui penguatan deteksi dini dan pemeriksaan terduga TBC.

Pengobatan hingga tuntas, dengan memastikan pasien memperoleh pelayanan dan pendampingan selama menjalani pengobatan.

Pencegahan penularan, melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor, dengan melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, desa, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat.

Penguatan berbasis data, agar langkah penanggulangan lebih terarah sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus mendorong penanganan TBC yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“GERCEP TBC harus menjadi gerakan bersama yang diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari deteksi dini, pengobatan sampai tuntas, hingga pencegahan penularan. Tujuan kita adalah melindungi masyarakat dan memperkuat upaya penanggulangan TBC di Kabupaten Sambas secara berkelanjutan,” tegasnya.

Bergerak Cepat untuk Melindungi Masyarakat Sambas

Dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas terhadap GERCEP TBC menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan masyarakat dalam menghadapi tantangan penyakit menular.

Keberhasilan gerakan ini membutuhkan konsistensi pelaksanaan, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi masyarakat agar penanggulangan TBC tidak berhenti pada penemuan kasus, tetapi berlanjut hingga keberhasilan pengobatan dan pencegahan penularan.

Dengan semangat GERCEP TBC, upaya penanggulangan diarahkan pada satu tujuan bersama: memperluas akses pemeriksaan, memastikan pengobatan berjalan sampai tuntas, dan melindungi masyarakat dari risiko penularan tuberkulosis.

GERCEP TBC: Bergerak Cepat, Temukan Kasus, Tuntaskan Pengobatan, Cegah Penularan.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.