SAMBAS – Cektaindonesia.com
Tumpahan Crude Palm Oil (CPO) kembali mencemari aliran Sungai Sambas. Informasi yang dihimpun menyebutkan, CPO tersebut berasal dari TK Selaras 01 yang tengah melakukan aktivitas pemuatan di Pelabuhan Kumba 1.
Insiden tumpahan terjadi akibat luberan dari mainhole palka tongkang, dengan keterangan dokumen pengiriman shipper PKS1CP/APN/CPO/2026. Minyak sawit mentah itu kemudian mengalir dan mengambang hingga terpantau di wilayah Dusun Senabah, Desa Semangak, Kecamatan Sejangkung,Jum’at (20/02/2026)
Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi Kumri, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas daerah dengan DLH Bengkayang, mengingat lokasi kejadian awal (TKP) berada di wilayah Kabupaten Bengkayang.
“Koordinasi sudah dilakukan melalui komunikasi telepon. Saat ini masih dalam proses pengutipan CPO di lapangan sebagai bagian dari upaya pembersihan,” ujar Daeng Wahyudi Kumri kepada media.
“CPO yang tumpah bersifat mengapung sehingga berpotensi menyebar mengikuti arus sungai, terutama jika tidak segera ditangani. Karena itu, penanganan awal wajib difokuskan pada pengumpulan material tumpahan untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih luas”ujar Yayan salah satu mahasiswa di Sambas
Meski proses pembersihan telah berjalan, peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan pengawasan aktivitas bongkar muat CPO di jalur sungai, khususnya terkait standar keselamatan palka tongkang dan kesiapan mitigasi tumpahan.
Sejumlah pihak mendesak agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap operator dan pihak terkait, termasuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur pengangkutan serta tanggung jawab pemulihan lingkungan jika terbukti terjadi kelalaian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai volume tumpahan maupun potensi sanksi administratif yang akan dikenakan.
Reporter Rizalfarizal







