Sambas Bidik Kedaulatan Pangan, Satono: Produksi Beras Akan Terus Naik

oleh -450 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Ketua Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Kalimantan Barat, H. Satono, S.Sos.I., M.H., secara resmi membuka Seminar Internasional & Upgrading Da’i pada Selasa malam, 7 April 2026, di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.

banner 336x280

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Parmusi Kalbar sekaligus Bupati Sambas, H. Satono menegaskan pentingnya peran daerah perbatasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sejalan dengan tema kegiatan, “Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan”.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Achmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, para asisten Pemerintah Daerah Sambas, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Sambas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Seminar internasional ini juga menghadirkan sejumlah keynote speaker berkelas internasional, di antaranya: H. Satono, S.Sos.I., M.H. (Bupati Sambas, Indonesia)
Komjen Pol. (Purn.) Dr. Achmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M. (Wakil Menteri Dalam Negeri RI)

YB Dato Sri Stephen Rundi Utom (Menteri Industri Makanan, Sarawak – Malaysia)
Dr. Abdullah Zulkifli (Konsul Jenderal RI, Kuching)

Selain itu, turut hadir para pembicara undangan dari berbagai negara, yaitu: Prof. Dr. Haji Sanib Bin Haji Said (Sarawak, Malaysia)
Sarafian Salleh, M. Eng., Sc., M.I.E.S. (Singapura)
Syarifah Moharanee (Filipina)
Haji Dzulkiflee Bin Haji Abd. Latif (Brunei Darussalam)
Nik Abdul Rakib Bin Nik Hassan (Thailand)
Prof. H. Triyo Supriyanto, Ph.D. (Indonesia)

Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia yang berasal dari KUA Sambas, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh seorang qoriah, yang menambah suasana khidmat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Indonesia serta negara tetangga seperti Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia, yang menunjukkan kuatnya sinergi regional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan, khususnya di wilayah perbatasan.

Seminar yang berlangsung pada 7–9 April 2026 ini diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis serta memperkuat kolaborasi lintas negara dalam membangun kedaulatan pangan dari daerah perbatasan sebagai beranda terdepan negara.

Di sela-sela kegiatan, usai acara pembukaan, Bupati Sambas H. Satono menyampaikan optimisme terhadap peningkatan produksi beras di Kabupaten Sambas.

“Kita optimistis produksi beras di Sambas akan terus meningkat. Ini tidak lepas dari peran para petani kita, mengingat mayoritas masyarakat Sambas adalah petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program di sektor pertanian guna meningkatkan hasil produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.