Sambas-CektaIndonesia.com
Ratusan masyarakat dari Kecamatan Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sambas Selasa 21 Juli 2026, untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai, transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga anjloknya harga kelapa yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat pesisir.
Aspirasi masyarakat diterima oleh anggota DPRD Kabupaten Sambas Daerah Pemilihan (Dapil) V bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Salah satu yang memberikan tanggapan adalah Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Sholihin, S.E., M.E., yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi PDI Perjuangan.
Dalam keterangannya, Ferdinan Sholihin menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah diterima dan akan menjadi perhatian DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Sambas.
Terkait kelangkaan BBM yang dikeluhkan masyarakat di wilayah Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang, Ferdinan menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh kendala distribusi pasokan ke SPBU yang melayani kawasan tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sambas telah mengajukan permohonan penambahan kuota Pertalite, Pertamax, dan Solar kepada pihak terkait agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Persoalan BBM ini menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah sudah mengusulkan penambahan kuota agar distribusi BBM di wilayah Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang dapat lebih optimal,” ujarnya.
Selain persoalan BBM, masyarakat juga meminta percepatan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai masih belum memadai dan berdampak terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga.
Menanggapi hal itu, Ferdinan mengatakan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut telah masuk dalam perencanaan prioritas pemerintah daerah pada tahun anggaran berikutnya.
Menurutnya, wilayah Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang memiliki posisi strategis sebagai jalur penghubung antarwilayah di Kabupaten Sambas sehingga membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan.
Persoalan anjloknya harga kelapa juga menjadi salah satu fokus aspirasi masyarakat. Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan langkah nyata agar harga komoditas tersebut kembali stabil dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Menanggapi hal tersebut, Ferdinan menyampaikan bahwa Dinas Pertanian akan melakukan pendataan terhadap jumlah petani kelapa sebagai langkah awal penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pengembangan hilirisasi dan pemanfaatan hasil kelapa agar memiliki nilai tambah serta tidak hanya bergantung pada penjualan kelapa dalam bentuk bahan mentah.
Dalam audiensi itu, masyarakat turut menyoroti pentingnya transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sambas agar penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Ferdinan menegaskan DPRD Kabupaten Sambas berkomitmen mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Kami di DPRD akan terus mengawal setiap aspirasi masyarakat. Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting agar berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diselesaikan secara bertahap.
Harapan kami, seluruh kebijakan yang diambil nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang,” tegas Ferdinan.
Audiensi berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Masyarakat berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dialog semata, tetapi segera ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah konkret dari pemerintah daerah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Sambas.
Red







