HEBOH! Isu Air Hujan Tercemar akibat OMC di Sambas Dipastikan Hoaks, BPBD: Jangan Mudah Percaya

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat mengenai air hujan menjadi berbahaya atau tercemar akibat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) adalah hoaks.

banner 336x280

Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi, S.T., mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi terhadap informasi tersebut dan memastikan kabar yang menyebut air hujan berbahaya akibat bahan yang digunakan dalam OMC tidak benar.

“Sudah kami konfirmasi bahwa informasi tersebut adalah hoaks. Dalam pelaksanaan OMC, bahan yang digunakan berupa garam atau natrium klorida (NaCl), bukan zat beracun yang membahayakan masyarakat,” kata Alwindo.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik terhadap isu yang mengaitkan pelaksanaan OMC dengan pencemaran air hujan. Air hujan tidak serta-merta menjadi berbahaya akibat proses modifikasi cuaca tersebut.

Namun demikian, BPBD Sambas tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan air hujan, khususnya untuk kebutuhan konsumsi seperti minum dan memasak.

Bukan karena OMC, tetapi Kondisi Udara
Alwindo menjelaskan, imbauan untuk tidak langsung menggunakan air hujan bukan disebabkan oleh bahan yang digunakan dalam OMC. Hal itu lebih berkaitan dengan kondisi kualitas udara di Kabupaten Sambas yang saat ini terdampak asap, debu, dan berbagai partikel halus akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kadar PM2.5 di Kabupaten Sambas disebut telah mencapai sekitar angka 200, sehingga kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian serius masyarakat karena berpotensi berdampak terhadap kesehatan.

Ketika hujan turun, air hujan berpotensi membawa partikel-partikel yang berada di udara, termasuk asap dan debu. Karena itu, air hujan yang ditampung sebaiknya tidak langsung digunakan untuk minum maupun memasak tanpa melalui proses pengolahan dan pemeriksaan yang memadai.

Masyarakat Diminta Tidak Ikut Sebarkan Hoaks

BPBD Kabupaten Sambas mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar, terutama di media sosial dan aplikasi percakapan, sebelum memastikan kebenarannya melalui sumber resmi.

“Kami memohon bantuan seluruh masyarakat agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Mari bersama-sama mencegah penyebaran hoaks dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” ujarnya.

BPBD Sambas juga mengajak masyarakat untuk tetap mengutamakan penggunaan sumber air bersih dan layak konsumsi, serta terus mengikuti perkembangan informasi mengenai kondisi cuaca, kualitas udara, dan penanganan Karhutla dari instansi berwenang.

CektaIndonesia.com mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan informasi sebelum membagikannya, agar isu yang belum terbukti kebenarannya tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.