Menu MBG Dikeluhkan di Berbagai Daerah, Orang Tua Siswa Minta Evaluasi Menyeluruh di Bulan Ramadan

oleh -1540 Dilihat
oleh
banner 468x60

CektaIndonesia.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejak disalurkan ke sejumlah sekolah di berbagai wilayah Indonesia, banyak warganet dan orang tua siswa menyampaikan keluhan terkait kualitas serta nilai gizi menu yang diterima anak-anak mereka.(26/02/2026)

banner 336x280

Beragam unggahan memperlihatkan kondisi makanan yang dinilai kurang layak. Ada buah pisang yang belum matang, jeruk yang masih mentah dengan rasa asam, hingga roti yang disebut-sebut sudah mendekati masa kedaluwarsa. Tak sedikit pula yang mempertanyakan kesesuaian porsi dan kualitas makanan dengan anggaran per porsi yang telah ditetapkan.

Situasi ini menjadi sorotan khusus karena berlangsung di bulan Ramadan. Para orang tua menilai, pada saat anak-anak menjalankan ibadah puasa, asupan gizi yang seimbang sangatlah penting. Meskipun makanan tersebut dikonsumsi saat berbuka atau dibawa pulang, kualitas dan kandungan gizinya tetap harus diperhatikan secara serius agar mampu menunjang daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, serta pertumbuhan siswa.

Di beberapa daerah, muncul penolakan terhadap menu yang dibagikan. Salah satunya terjadi di SMA Negeri 1 Rasau Jaya, di mana berdasarkan unggahan yang beredar, sejumlah guru dan siswa disebut tidak bersedia menerima menu MBG karena dinilai tidak sesuai harapan. Kejadian ini semakin memicu diskusi luas di dunia maya, dengan berbagai komentar yang menuntut transparansi serta pengawasan lebih ketat dalam pelaksanaan program.

Warganet menilai, jika tujuan utama program adalah meningkatkan status gizi siswa, maka kualitas bahan makanan, kebersihan, kelayakan konsumsi, serta ketepatan distribusi harus menjadi prioritas mutlak. Apalagi di bulan suci Ramadan, kebutuhan nutrisi yang cukup dan seimbang menjadi faktor penting agar anak-anak tetap sehat dan mampu menjalani aktivitas belajar dengan optimal.

Hingga saat ini, pihak Badan Gizi Nasional selaku penanggung jawab program belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan yang beredar luas. Masyarakat pun berharap ada evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengadaan bahan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

Program yang baik tentu harus didukung dengan pengawasan yang ketat dan keterbukaan informasi. Orang tua siswa berharap pemerintah segera turun tangan melakukan pengecekan langsung di lapangan, agar polemik ini tidak berlarut-larut dan tujuan mulia menghadirkan makanan bergizi bagi generasi penerus bangsa benar-benar terwujud, terlebih di momentum Ramadan yang sarat makna ini.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.