Kepala SPPG Jawai Minta Maaf Soal Pisang Kehitaman di Menu MBG, Kadinkes Sambas: Jika Menu Menimbulkan Kecurigaan Sebaiknya Tidak Disajikan

oleh -54 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Viralnya penampakan pisang berkulit kehitaman dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Jawai mendapat tanggapan dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sambas Sarang Burung Kolam Jawai, Dulhadi, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, M.M.

banner 336x280

Kepala SPPG Sambas Sarang Burung Kolam Jawai, Dulhadi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang muncul terkait buah pisang yang disajikan dalam paket makanan MBG.

“Sebelumnya saya selaku Kepala SPPG mohon maaf yang sebesar-besarnya terkait menu pisang kami yang hitam. Ini juga menjadi teguran bagi kami agar ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Dulhadi kepada media ini, Jumat (6/6/2026).

Menurut Dulhadi, kondisi pisang saat dimasukkan ke dalam ompreng tidak seperti yang terlihat dalam foto yang beredar di media sosial. Ia menjelaskan bahwa jenis pisang yang digunakan adalah pisang keling yang memang memiliki karakteristik kulit mudah berubah menjadi kehitaman.

“Terkait masalah buah pisang yang hitam, sebenarnya saat dimasukkan ke ompreng tidak seperti itu. Pisang yang digunakan adalah pisang keling yang memang kulitnya sering berubah menjadi hitam, kadang karena suhu atau kondisi tertentu. Namun bukan berarti pisang yang kami berikan busuk seperti yang disampaikan sebagian pihak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, menegaskan bahwa perubahan warna kulit pisang menjadi hitam belum tentu menunjukkan buah tersebut tidak layak konsumsi.

“Warna hitam belum tentu tidak layak. Yang tidak layak itu apabila setelah dibuka ternyata sudah berlendir, berair, berbau, atau berjamur,” kata dr. Ganjar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, untuk memastikan kelayakan buah, pemeriksaan tidak cukup dilakukan dari tampilan luar saja, tetapi harus melihat kondisi bagian dalam pisang.

“Harus dibuktikan lagi dengan pisang dibuka dan dilihat wujudnya, apakah sudah terjadi pembusukan dengan tanda-tanda yang telah saya jelaskan,” ujarnya.

Meski demikian, dr. Ganjar mengakui bahwa dari sisi penyajian, pisang yang tampak kehitaman dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Secara kasat mata, pisang seperti itu memang tidak menarik dan dapat menimbulkan kecurigaan akan pembusukan,” katanya.

Ketika ditanya apakah buah dengan penampakan seperti itu sebaiknya tetap disajikan dalam menu MBG, dr. Ganjar memberikan jawaban tegas.

“Kalau curiga, lebih baik jangan disajikan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah foto pisang berkulit kehitaman yang diduga berasal dari salah satu dapur SPPG di Kecamatan Jawai beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan standar pengawasan kualitas bahan pangan yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis, termasuk proses pemeriksaan oleh tenaga gizi sebelum makanan didistribusikan kepada para siswa penerima manfaat.

Kasus ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara program agar kualitas bahan pangan yang disajikan tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki tampilan yang layak dan mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.