Di RSUD Sambas, Luka Disembuhkan dan Harapan Kecil Diperjuangkan

oleh -3061 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Pagi itu, RSUD Sambas menjadi tempat bertemunya ikhtiar dan doa. Di ruang tunggu, para orang tua menengadahkan harapan kepada Allah SWT, memohon kesembuhan bagi anak-anak mereka. Suasana khidmat menyelimuti bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit yang resmi dibuka pada Jumat (19/12/2025).

banner 336x280

Kegiatan kemanusiaan ini dibuka langsung oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos., I.M., H., M.H., dan terlaksana melalui kerja sama RSUD Sambas dengan yayasan Parama Abipraya. Dalam sambutannya, Bupati Sambas mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan ini sebagai wujud syukur dan ladang amal, seraya mengingatkan bahwa kesehatan adalah amanah besar dari Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.”(QS. Asy-Syu‘ara: 80)

Sejak pukul 09.00 WIB, proses pendataan, pemeriksaan medis, hingga verifikasi administrasi pasien dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Setiap tahapan dijalani sebagai ikhtiar terbaik, sementara hasil akhirnya diserahkan sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT, Sang Maha Penyembuh.

Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 20 pasien dinyatakan layak secara medis dan menjalani operasi bibir sumbing. Ketika pintu ruang operasi tertutup, doa-doa lirih mengalir tanpa henti. Operasi ini bukan sekadar tindakan medis, tetapi ikhtiar untuk memuliakan ciptaan Allah, menghapus luka lahiriah, dan mengembalikan senyum yang selama ini tertahan.

Tindakan operasi dipimpin oleh dr. Doni Setiawan, Sp.BP-RE, bersama tim dokter dan tenaga kesehatan yang bekerja dengan penuh amanah dan keikhlasan. Selama tiga hari, hingga 21 Desember 2025, mereka mengabdikan ilmu dan keterampilan sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kemanusiaan.

Rasulullah SAW bersabda:  “Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat itu tepat mengenai penyakit, maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah.”(HR. Muslim)

Di sela kesibukan ruang operasi, kepedulian sosial pun mengalir. Pada hari pertama kegiatan, Bupati Sambas menyerahkan bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng kepada anak-anak yatim usia sekolah. Uluran tangan itu menjadi pengamalan nyata dari perintah Allah SWT untuk menyayangi dan memuliakan anak yatim.

Allah SWT berfirman:  “Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim.”(QS. Al-Ma’un: 1–2)

Senyum polos anak-anak yatim merekah saat menerima bantuan. Mata mereka berbinar, seolah menguatkan pesan bahwa kasih sayang tidak selalu hadir dalam kata-kata, tetapi nyata dalam perbuatan yang ikhlas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Sekretaris Dinas Kesehatan, beserta jajaran staf. Kehadiran mereka menjadi wujud tanggung jawab dan amanah dalam pelayanan kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Sementara itu, Direktur RSUD Sambas, Hj. Susanty, S.Si., Apt., melalui Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Sambas, H. Muhardi, menegaskan bahwa seluruh pelayanan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan nilai keislaman.

“Kami berikhtiar semaksimal mungkin. Selebihnya kami bertawakal kepada Allah SWT, semoga setiap langkah ini bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Hari itu, RSUD Sambas bukan sekadar rumah sakit. Ia menjadi tempat di mana tangan manusia bekerja dengan ilmu, hati dipenuhi keikhlasan, dan doa dipanjatkan tanpa henti. Luka dijahit dengan ikhtiar, kesembuhan dimohonkan dengan tawakal, dan harapan kecil diperjuangkan demi ridha Allah SWT.

Penulis: Wardi/ Pimpinan Redaksi.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.