Antrean Panjang Pertalite di Sambas, Masyarakat Minta Dinas Perindagkop Tertibkan Kios Pengecer Jual Rp15 Ribu per Liter

oleh -1207 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kabupaten Sambas menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat panjang hingga mengular di sejumlah SPBU di wilayah Sambas.

banner 336x280

Pantauan di lapangan, antrean kendaraan sudah terlihat sejak pagi hari. Bahkan dalam waktu beberapa jam saja, stok Pertalite di beberapa SPBU disebut sudah habis diserbu masyarakat yang khawatir tidak kebagian BBM.

Di sisi lain, kondisi ini juga dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk menjual BBM secara eceran dengan harga yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat kios atau pengecer yang menjual Pertalite dengan harga Rp15.000 hingga lebih dari Rp15.000 per liter.

Praktik penjualan tersebut diketahui terjadi di beberapa titik, di antaranya di wilayah Kampung Lorong, Tumpuk, dan sekitar Kota Sambas. Kondisi ini menimbulkan keluhan masyarakat karena harga yang dijual jauh lebih mahal dibanding harga resmi di SPBU.

Sejumlah warga menduga ada pihak yang memanfaatkan situasi dan isu kelangkaan BBM untuk mengambil keuntungan dengan menjual Pertalite di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Menanggapi kondisi tersebut, pengurus SPBU Nomor 64.794.07 Sungai Pinang Mok Sodi  memberikan klarifikasi kepada media CektaIndonesia.com, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir kuota BBM yang diterima SPBU memang sempat mengalami penyesuaian dari pihak Pertamina.

“Biasanya kuota kami 32.000 liter per hari, namun hari ini yang datang hanya sekitar setengahnya. Ini karena pihak Pertamina sedang menyesuaikan kuota untuk wilayah Kabupaten Sambas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pengurangan pasokan tersebut tidak terjadi setiap hari dan hanya bersifat sementara. “Besok kemungkinan kembali normal lagi, sekitar 32.000 liter seperti biasanya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polda Kalimantan Barat sebelumnya juga telah menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM subsidi.

Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau permainan harga BBM subsidi, maka pelaku dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat berharap pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Sambas bersama aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan kios atau pengecer yang menjual Pertalite dengan harga Rp15 ribu hingga lebih dari Rp15 ribu per liter.

Langkah penertiban dinilai penting agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas serta distribusi BBM subsidi di Kabupaten Sambas dapat kembali berjalan normal.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.