Sambas-CektaIndonesia.com.
Fenomena air pasang laut kembali berdampak serius bagi warga yang bermukim di sepanjang pesisir pantai Desa Kalimantan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Sejak beberapa hari terakhir, air laut pasang memasuki kawasan permukiman warga, menyebabkan sejumlah rumah tergenang air asin.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air mencapai lantai rumah warga yang berada paling dekat dengan garis pantai. Kondisi ini membuat aktivitas harian masyarakat terganggu, terutama warga lanjut usia dan anak-anak.
Salah satu warga terdampak, Ibu Midut, mengungkapkan bahwa air laut sudah menggenangi rumahnya sejak kemarin.
“Rumah kami tergenang air asin sejak kemarin. Setiap pasang naik, air langsung masuk ke rumah,” ujarnya kepada media.
Ia menambahkan, genangan air asin tidak hanya merusak perabot rumah tangga, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan keluarga serta kekuatan bangunan rumah yang sebagian masih berbahan kayu.
Sementara itu, rumah warga lainnya, disebutkan telah ditinjau langsung oleh BNPB/Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Namun hingga saat ini, warga mengaku belum menerima tindak lanjut atau bantuan konkret pasca peninjauan tersebut.
“Sudah dicek, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami hanya bisa menunggu air surut,” ungkap warga sekitar.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat dan nyata, baik berupa bantuan darurat maupun solusi jangka panjang seperti pembangunan tanggul penahan air laut. Mengingat wilayah pesisir Paloh kerap mengalami banjir rob musiman yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan kerentanan kawasan pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan naiknya muka air laut, serta pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dari pihak berwenang untuk melindungi keselamatan dan kehidupan warga pesisir.
Red








