Kapuas Hulu-CektaIndonesia.com
Sebanyak 12 siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan pemerintah.
Dari 12 siswa tersebut, 8 orang merupakan pelajar SD Tahfiz Al-Hidayah Desa Teluk Barak, sementara 4 lainnya pelajar SDN 1 Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan.
Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau, melalui Kasi Logistik dan Humas Bibiyanto, membenarkan adanya belasan anak yang mengalami gejala keracunan dan kini tengah dalam penanganan medis.
> “Hasil observasi sementara, anak-anak tersebut mengalami promitus disertai dehidrasi. Dari 12 orang, 10 menjalani rawat jalan, 1 orang rawat inap, dan 1 lainnya masih dalam observasi,” ujar Bibiyanto kepada wartawan, Selasa (04/11/2025).
Bibiyanto menjelaskan, gejala yang dialami para siswa meliputi muntah-muntah dan buang air besar (diare). Namun, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah penyebabnya berasal dari makanan program MBG.
“Penyebab masih kami telusuri. Apakah dari MBG atau sumber lain, belum bisa dipastikan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua murid, Hikmad, menceritakan kondisi anaknya yang tiba-tiba mengalami muntah hebat setelah mengonsumsi makanan MBG. Ia bahkan sempat mendapati nasi dalam paket makanan tersebut sudah berbau tidak sedap.
“Anak saya makan MBG, tapi nasi sudah agak basi. Setelah makan, langsung muntah dan badannya dingin, jadi saya bawa ke rumah sakit,” ungkap Hikmad, ayah dari Hanifah Aulia, siswa kelas dua SD Tahfiz Al-Hidayah.
Ia pun berharap pemerintah lebih memperhatikan kualitas dan kebersihan menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
“Alhamdulillah kondisi anak saya sudah membaik. Tapi ke depan kami harap makanan program MBG benar-benar dijaga agar aman dikonsumsi anak-anak,” tutupnya.
Sumber: Red
Penulis; Reno









