Sambas–CektaIndonesia.com
Sebuah video yang direkam warga saat melintas di depan SPBU Tanah Hitam Paloh pada malam hari menjadi sorotan. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah mobil truk berjejer dan mengular di badan jalan, diduga mengantre untuk pengisian BBM pada pagi harinya.(20/02/2026)
Saat warga merekam kondisi tersebut, suasana di sekitar lokasi tampak gelap gulita tanpa penerangan jalan yang memadai. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengguna jalan lain yang melintas, terutama pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Beberapa warga menyebut antrean truk yang memakan badan jalan ditambah minimnya lampu penerangan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Terlebih lagi, lokasi tersebut merupakan jalur yang cukup sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Menanggapi hal itu, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU. Perwakilan SPBU menyampaikan bahwa persoalan penerangan tersebut sebelumnya sudah pernah disampaikan kepada dinas terkait.
“Hal tersebut sudah pernah kami sampaikan ke pihak dinas terkait. Namun demikian, kami dari pihak SPBU akan berupaya memberikan rambu dan penerangan tambahan di sekitar area SPBU guna mengurangi risiko bagi pengguna jalan,” ujar pihak SPBU saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sambas saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pemasangan penerangan jalan umum sedang dalam proses pengerjaan.
“Hari Rabu mulai di daerah Tangaran simpang empat. Mudah-mudahan minggu ini sudah sampai ke Tanah Hitam,” ujarnya singkat.
Masyarakat berharap langkah cepat benar-benar direalisasikan, mengingat kondisi gelap dan antrean kendaraan berat di malam hari bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut keselamatan nyawa pengguna jalan. Warga meminta adanya tindakan konkret dan percepatan pemasangan lampu penerangan agar kejadian yang tidak diinginkan dapat dicegah.
Red







