Sambas-CektaIndonesia.com
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Lembaga Mitra Gapoktan Kalimantan Barat yang berlokasi di Dusun Sungai Tapah, Desa Salatiga, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, memberikan klarifikasi terkait postingan di media sosial yang menampilkan kondisi yang diduga sebagai limbah dari dapur SPPG.
Kepala SPPG, Iqbar, S.H., menjelaskan bahwa kondisi yang terlihat dalam foto dan video tersebut terjadi saat pihaknya sedang melakukan kegiatan perawatan saluran pembuangan hasil filter air pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurut Iqbar, kegiatan perawatan tersebut berlangsung pada Rabu sore, 12 Agustus 2026, khususnya pada bagian aliran paralon saluran pembuangan.
“Pada hari Rabu sore tanggal 12-8-2026 memang benar adanya kegiatan perawatan saluran pembuangan hasil filter air pada IPAL, terutama pada aliran paralon,” jelas Iqbar.
Ia menerangkan, proses perawatan dilakukan oleh salah seorang relawan SPPG. Saat pergantian paralon berlangsung, relawan tersebut sempat meninggalkan lokasi untuk mengambil paralon dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan.
Pada saat itulah, kondisi di lokasi kemudian didokumentasikan oleh salah seorang warga dan foto maupun video tersebut beredar di media sosial.
Iqbar menyebut, warga yang mengambil dokumentasi tersebut diduga tidak mengetahui bahwa pada saat itu sedang berlangsung proses perawatan dan pergantian paralon.
“Untuk foto dan video yang diposting di media sosial bukan sebuah kelalaian oleh relawan. Padahal itu sebenarnya proses perbaikan yang dilakukan relawan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses perawatan dan pergantian paralon telah diselesaikan pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB.
Ditinjau Kecamatan dan Puskesmas
Untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026, lokasi tersebut ditinjau langsung oleh pihak Kecamatan Salatiga bersama Puskesmas, SPPG dan mitra terkait.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi saluran serta memastikan proses pembersihan dan perawatan yang dilakukan pihak SPPG.
Iqbar mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, proses pembersihan telah diselesaikan pada Rabu sore.
“Alhamdulillah, pembersihan tersebut sudah diselesaikan pada tanggal 12-8-2026 sore dan tidak menimbulkan pencemaran,” ungkapnya.
Pihak SPPG juga memastikan akan terus melakukan perawatan terhadap saluran IPAL agar sistem pengolahan dan pembuangan air dapat berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan persoalan di lingkungan sekitar.
Klarifikasi tersebut disampaikan pihak SPPG sebagai bentuk keterbukaan sekaligus untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi yang terlihat dalam foto dan video yang beredar.
Red.










