Masyarakat Nibung Paloh Apresiasi Normalisasi Sungai Liku, Anggaran Rp305 Juta Diharap Kurangi Banjir Tahunan

oleh -58 Dilihat
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com 

Normalisasi Sungai Liku di Desa Nibung, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Pekerjaan yang dinantikan warga tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir tahunan yang selama ini dikhawatirkan mengganggu permukiman serta lahan perkebunan warga.

banner 336x280

Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sambas, H. Satono, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sambas atas terlaksananya kegiatan normalisasi sungai dan saluran di Kecamatan Paloh.

Berdasarkan data pekerjaan yang disampaikan, kegiatan normalisasi sungai dan saluran tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp305.660.500, bersumber dari APBD Kabupaten Sambas, dengan CV. Panji Alam sebagai pelaksana. Waktu pelaksanaan pekerjaan tercantum selama 90 hari kalender.

Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Paloh, Yetno, mengatakan normalisasi Sungai Liku merupakan aspirasi masyarakat yang selama ini diperjuangkan. Menurutnya, penanganan sungai menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi dampak banjir yang kerap dikhawatirkan warga setiap musim hujan.

“Kami dari DPC Partai NasDem Paloh mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, terutama Bapak Bupati Sambas dan Dinas PUPR. Normalisasi Sungai Liku ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi ikhtiar bersama untuk melindungi warga dari banjir yang selama ini terjadi setiap tahun,” ujar Yetno, Selasa (29/10/2026).

Menurut informasi yang disampaikan masyarakat, pendangkalan sungai selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu persoalan yang dikhawatirkan menghambat aliran air. Saat curah hujan meningkat, kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan air meluap hingga ke jalan utama dan mengancam tanaman serta ternak milik warga.

Karena itu, normalisasi sungai dan saluran di Kecamatan Paloh diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga kelancaran aliran air, melindungi lahan produktif, serta mengurangi gangguan terhadap aktivitas ekonomi warga.

Tokoh masyarakat Paloh, H. Mayadi, berharap pekerjaan normalisasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini menghadapi kekhawatiran banjir saat musim hujan.

Harapan serupa disampaikan Darwin, salah seorang warga. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas adanya penanganan sungai yang diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

“Kami sangat berterima kasih. Kalau sungai sudah normal, kami bisa bekerja dengan tenang. Anak-anak sekolah juga tidak perlu libur karena banjir lagi,” ungkap Darwin.

Dengan pagu anggaran Rp305.660.500 dari APBD Kabupaten Sambas dan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, masyarakat berharap pekerjaan yang dilaksanakan CV. Panji Alam dapat berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan volume yang telah ditetapkan.

Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan juga penting untuk memastikan anggaran daerah digunakan secara tepat dan hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Informasi mengenai nilai kontrak, volume pekerjaan, titik lokasi secara terperinci, serta progres dan hasil akhir pekerjaan perlu dipastikan melalui pihak terkait.

DPC Partai NasDem Kecamatan Paloh menyatakan akan terus mengawal pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang menghadapi risiko banjir.

Masyarakat berharap normalisasi Sungai Liku tidak berhenti pada pelaksanaan proyek semata, tetapi turut diikuti pemeliharaan sungai dan saluran secara berkala. Dengan demikian, fungsi aliran air dapat terjaga dan manfaat pembangunan diharapkan dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Desa Nibung dan wilayah sekitarnya.
(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.