Jalan Perbatasan Temajok Dibangun, Warga: Jangan Lagi Kami Tertinggal di Tanah Sendiri

oleh -3619 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Pembangunan jalan menuju perbatasan Malaysia di Dusun Sempadan, Desa Temajok, Kecamatan Paloh, menjadi kabar yang menggugah harapan masyarakat di wilayah terluar Kalimantan Barat. Selama bertahun-tahun, akses menuju tapal batas negara itu masih berupa jalan tanah, yang saat hujan berubah menjadi licin berlumpur dan sulit dilalui.(02/03/2026)

banner 336x280

Ironisnya, tepat di sisi lain perbatasan, infrastruktur jalan di wilayah Malaysia sudah mulus beraspal. Perbedaan itu kerap menjadi perbincangan warga, bahkan memunculkan rasa tertinggal di tanah sendiri.

Kini, melalui proyek peningkatan ruas Teluk Atong–Border Temajok yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, harapan untuk perubahan nyata mulai terlihat.

Dengan nilai kontrak Rp16,4 miliar dan waktu pelaksanaan 270 hari kalender, proyek ini dinilai sebagai langkah strategis memperkuat wajah Indonesia di beranda terdepan negara.

“Dulu ini murni jalan tanah. Kalau hujan, kendaraan sering terjebak. Sementara di sebelah sudah bagus, sudah aspal. Kami tentu ingin merasakan hal yang sama,” ujar seorang warga Dusun Sempadan yang di sebut pak usu.

Kondisi jalan yang belum memadai sebelumnya sangat berdampak pada hasil perkebunan warga. Temajok dikenal sebagai penghasil kelapa, sawit, lada, hingga berbagai hasil kebun dan pertanian lainnya.

Namun, distribusi hasil perkebunan sering terkendala karena akses jalan yang rusak dan licin. Dengan peningkatan dan di aspal jalan ini, masyarakat berharap roda ekonomi desa semakin bergerak.

Akses yang lebih baik diyakini akan memperlancar aktivitas  mendorong kesejahteraan warga setempat.

Selain sektor perkebunan, potensi wisata pantai Temajok juga diprediksi ikut terdongkrak. Infrastruktur jalan yang layak menjadi kunci utama menarik lebih banyak wisatawan ke kawasan perbatasan.

Meski penuh apresiasi, warga tetap berharap pengerjaan dilakukan maksimal dan sesuai spesifikasi. Mereka tidak ingin pembangunan ini sekadar menjadi proyek sementara, tetapi benar-benar menjadi fondasi kemajuan jangka panjang.

Di ujung negeri ini, jalan bukan sekadar penghubung antarwilayah. Ia adalah simbol pemerataan pembangunan, harga diri bangsa, dan harapan baru bagi masyarakat perbatasan agar tidak lagi merasa tertinggal dibandingkan negara tetangga.

Reporter: Hermanto

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.