Sambas-CektaIndonesia.com
Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat, khususnya para petani Desa Tebas Sungai, Kabupaten Sambas. Proyek Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk) kini memasuki tahap akhir pengerjaan. Hingga akhir Juli 2026, progres fisik proyek strategis tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
Pembangunan jaringan irigasi ini diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan pengelolaan tata air bagi lahan pertanian milik masyarakat Desa Tebas Sungai. Keberadaan irigasi yang memadai diyakini akan membantu para petani memperoleh pasokan air yang lebih baik, sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan hasil panen menjadi lebih optimal.
Kepala Desa Tebas Sungai, Jusni, menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang telah merealisasikan pembangunan irigasi tersebut.
Menurutnya, proyek ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
“Atas nama Pemerintah Desa Tebas Sungai dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas terlaksananya pembangunan irigasi ini. Kami berharap pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh para petani Desa Tebas Sungai dalam jangka panjang,” ujar Jusni.
Ia menambahkan, keberadaan jaringan irigasi yang baik akan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, mengurangi risiko kekurangan air saat musim kemarau, serta mendukung peningkatan hasil panen dan kesejahteraan para petani Desa Tebas Sungai.
Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek dari PT. Anugrah Bayuarya Perkasa, Lilik, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Tebas Sungai yang telah memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat Desa Tebas Sungai yang telah menyambut dan mendukung pengerjaan ini dengan sangat baik. Tidak lupa juga kepada rekan-rekan media di Kabupaten Sambas yang turut serta mengawal dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan proyek ini sehingga dapat berjalan lancar,” ungkap Lilik.
Menurutnya, dukungan masyarakat dan sinergi dengan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting sehingga pekerjaan dapat berjalan sesuai target. Hingga saat ini, seluruh tahapan pembangunan terus dikebut dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Berdasarkan papan informasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, pekerjaan ini memiliki Nomor Kontrak PS0102/T/Bws9.8.1/2026/02 yang ditandatangani pada 30 Januari 2026.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp22.794.979.000 tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 210 hari kalender dan dikerjakan oleh PT. Anugrah Bayuarya Perkasa.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 85 persen, proyek ini optimistis dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal kontrak. Setelah rampung, jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu menjadi penunjang utama bagi sektor pertanian di Desa Tebas Sungai, meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para petani dan masyarakat setempat.
Red








