DIDUGA 100 TRUK TANGKI CPO GUNAKAN SOLAR SUBSIDI, ALIANSI SOPIR SAMBAS DESAK POLDA KALBAR BERTINDAK

oleh -22 Dilihat
banner 468x60

SAMBAS –cektaindonesia.com

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Solar oleh armada perusahaan pengangkut crude palm oil (CPO) menjadi sorotan Aliansi Sopir Kabupaten Sambas, Rabu 04/11/2026)

banner 336x280

Pada Rabu, 4 November 2026, Rizal Farizal Ketua Aliansi Sopir Kabupaten Sambas menerima kiriman video melalui pesan WhatsApp. Dalam video tersebut terlihat sebuah truk tangki terparkir di pinggir jalan dalam kondisi kehabisan Bahan Bakar (BBM) , disertai rekaman suara yang meminta bantuan kepada Bupati Sambas, Wakil Bupati Sambas, Camat Subah, Kapolsek Subah, Kasat Reskrim Polres Sambas, serta Aliansi Sopir Kabupaten Sambas.

Rekaman suara tersebut meminta pihak terkait menindaklanjuti dugaan penggunaan Solar bersubsidi oleh armada perusahaan pengangkut CPO yang beroperasi di dua pabrik kelapa sawit, yakni PKS PT MUB di Desa Sabung, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, dan PKS PT SBW di wilayah Ledo, Kabupaten Bengkayang.

Dua perusahaan angkutan yang disebut dalam informasi tersebut adalah PT Bangun Melawi Persada (BMP) dan PT Omega. Keduanya diinformasikan mengoperasikan sekitar 100 unit truk tangki pengangkut CPO yang diduga menggunakan Solar bersubsidi.

Menanggapi informasi tersebut, Rizal Farizal mendesak Polda Kalbar, Polres Sambas, dan Polres Bengkayang segera melakukan investigasi menyeluruh.

“Jika informasi ini benar, berarti ada dugaan penyalahgunaan subsidi dalam skala besar. Ini bukan persoalan kecil. Negara mengalokasikan subsidi Solar untuk masyarakat yang berhak, bukan untuk disalahgunakan demi kepentingan operasional perusahaan,” tegas Rizal.

Ia meminta aparat tidak hanya memeriksa sopir dan kendaraan, tetapi juga menelusuri sumber pasokan Solar, SPBU pemasok, transaksi pembelian, hingga pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan BBM armada tersebut.

Menurutnya, jangan sampai masyarakat kecil, nelayan, petani, dan sopir angkutan kesulitan mendapatkan Solar, sementara BBM bersubsidi justru diduga digunakan untuk menunjang aktivitas bisnis berskala besar.

Aliansi Sopir Kabupaten Sambas juga meminta  Bupati dan Wakil Bupati Sambas serta  Ketua Tim Terpadu Pengendalian Dan Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak  Dan Gas LPG 3 Kg Kabupaten  Sambas ikut mendorong pengawasan di lapangan serta meminta BPH Migas berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Jangan hanya masyarakat kecil yang terus diawasi. Jika ada perusahaan yang terbukti menyalahgunakan Solar subsidi, tindak sesuai hukum yang berlaku. Kami meminta aparat segera bergerak, jangan menunggu persoalan ini semakin meluas,” tutup Rizal.

Kini, publik menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut sekaligus mengungkap dari mana sumber Solar yang diduga digunakan armada pengangkut CPO itu.

 

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.