Sambas-CektaIndonesia.com
Kepedulian terhadap para relawan yang berada di garis depan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali ditunjukkan masyarakat. Forum Muslimah Indonesia (FORMASI) Sambas bersama ASAR Humanity menyalurkan bantuan logistik bagi para relawan yang berjibaku menangani Karhutla.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di Dusun Sebelitak, Desa Berlimang, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, pada Selasa 9 September 2026
Aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk dukungan terhadap para relawan yang terus bekerja di lapangan, khususnya dalam kondisi cuaca panas dan udara yang dipenuhi asap akibat kebakaran.
Sejumlah bantuan logistik yang disalurkan antara lain Isoplus sebanyak 3 pack, kue 20 bungkus, air mineral Maskua 2 dus, bensin 20 liter, masker 10 box, serta vitamin sebanyak 20 keping.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para relawan selama menjalankan aktivitas pemadaman dan penanganan Karhutla di lapangan.
Selain kebutuhan makanan dan minuman, perhatian terhadap kesehatan relawan juga menjadi bagian penting dalam aksi tersebut. Masker dan vitamin diberikan untuk membantu para relawan menghadapi kondisi udara yang terdampak asap selama berada di lokasi kebakaran.
Para relawan diketahui harus bekerja dalam kondisi medan yang tidak mudah. Mereka dituntut tetap sigap melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi agar api tidak meluas ke wilayah lainnya.
FORMASI Sambas dan ASAR Humanity berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta menambah semangat para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Di tengah kepungan asap, semangat kemanusiaan tidak boleh padam.”
Aksi tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi dan kepedulian masyarakat terhadap upaya penanggulangan Karhutla di Kabupaten Sambas. Dukungan terhadap relawan dinilai penting, mengingat mereka menjadi salah satu bagian yang turut berperan dalam penanganan kebakaran di lapangan.
Melalui kegiatan ini, FORMASI Sambas dan ASAR Humanity juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Pencegahan, menurut semangat kegiatan tersebut, bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas dan relawan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dengan kepedulian dan kerja sama bersama, diharapkan ancaman Karhutla dapat diminimalkan sehingga masyarakat terhindar dari dampak kabut asap dan lingkungan tetap terjaga.
Jurnali: Mulyono
Editor: Wardi








