Sambas-CektaIndonesia.com
Seorang bayi laki-laki berusia 8 bulan, warga Desa Sungai Rambah, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, kini menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Sambas.(9/9/2026)
Sebelum mendapatkan perawatan di RSUD Sambas, bayi tersebut diketahui pernah dibawa keluarganya ke Puskesmas Terigas Rambi untuk mendapatkan pemeriksaan karena mengalami keluhan kesehatan berupa demam.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak keluarga, saat bayi dibawa ke Puskesmas Terigas Rambi, keluarga menerima pelayanan pemeriksaan dan kemudian bayi diberikan beberapa jenis obat.
Namun, karena kondisi bayi selanjutnya menjadi perhatian keluarga, pasien kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Kondisi Bayi Kini Mendapat Penanganan Intensif
Saat ini bayi tersebut telah berada di RSUD Sambas dan menjalani perawatan di ruang PICU.
PICU merupakan ruang perawatan intensif yang diperuntukkan bagi pasien anak yang membutuhkan pemantauan dan penanganan medis secara lebih ketat.
Keluarga berharap kondisi bayi segera membaik dan mendapatkan penanganan terbaik dari tim medis RSUD Sambas.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga juga menyampaikan adanya pertanyaan mengenai pemeriksaan awal ketika bayi sebelumnya dibawa ke Puskesmas Terigas Rambi.
Menurut keterangan keluarga, pemeriksaan suhu tubuh saat itu disebut dilakukan dengan cara ditempelkan tangan petugas sebelum pasien diberikan obat.
Namun, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Puskesmas Terigas Rambi.
Redaksi Tidak Menyimpulkan Adanya Kelalaian
CektaIndonesia.com menegaskan bahwa pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya kelalaian atau kesalahan medis dari pihak Puskesmas Terigas Rambi.
Apakah pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya telah sesuai dengan standar pelayanan kesehatan, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi bayi dan pemberian obat, tentu perlu dilihat berdasarkan rekam medis, prosedur pelayanan, serta penjelasan dari tenaga kesehatan yang menangani pasien.
Demikian pula, kondisi bayi yang kemudian membutuhkan perawatan intensif di PICU tidak dapat secara otomatis dikaitkan dengan pelayanan yang diterima sebelumnya tanpa adanya penjelasan medis dan bukti yang dapat diverifikasi.
Karena itu, klarifikasi dari pihak Puskesmas Terigas Rambi sangat diperlukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Redaksi Sudah Berupaya Konfirmasi
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, Redaksi CektaIndonesia.com pada Rabu, 9 September 2026, telah berupaya menghubungi Kepala Puskesmas Terigas Rambi melalui sambungan telepon dan WhatsApp.
Namun hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons dan kontak WhatsApp yang dihubungi belum aktif.
Redaksi tetap membuka ruang bagi Kepala Puskesmas Terigas Rambi maupun pihak terkait untuk memberikan keterangan, klarifikasi, dan hak jawab mengenai pemeriksaan serta pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Keselamatan Bayi Menjadi Prioritas
Terlepas dari adanya pertanyaan keluarga mengenai pemeriksaan sebelumnya, keselamatan dan kesembuhan bayi saat ini menjadi hal yang paling utama.
Masyarakat juga diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kondisi medis pasien.
Kasus ini sekaligus mengingatkan pentingnya pelayanan kesehatan yang teliti, komunikasi yang jelas antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien, serta keterbukaan informasi dalam batas yang tetap menghormati privasi dan kerahasiaan medis pasien.
CektaIndonesia.com akan terus mengikuti perkembangan kondisi bayi tersebut dan berupaya memperoleh keterangan dari pihak-pihak terkait.
Redaksi tetap menunggu klarifikasi resmi Puskesmas Terigas Rambi sebagai bagian dari komitmen CektaIndonesia.com terhadap pemberitaan yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.
Informasi mengenai pemeriksaan dan pelayanan awal bayi di Puskesmas Terigas Rambi dalam berita ini bersumber dari keterangan pihak keluarga. Redaksi belum memperoleh konfirmasi resmi dari Puskesmas Terigas Rambi. Tidak ada kesimpulan mengenai kelalaian atau kesalahan medis. Redaksi memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak Puskesmas Terigas Rambi serta pihak terkait sesuai prinsip jurnalistik dan ketentuan Undang-Undang Pers.








