Asap Jadi Ancaman, Relawan Bencana Kalimantan Serukan Kerja Bersama di Sambas

oleh -35 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kalimantan menyerukan kerja bersama seluruh pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas.

banner 336x280

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Relawan Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kalimantan, Muhammad Astaja, saat bersilaturahmi dengan Wakil Bupati Sambas bersama Tim Penyuluh Karhutla dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

Muhammad Astaja menegaskan, persoalan karhutla tidak seharusnya hanya dihadapi dengan mencari pihak yang bertanggung jawab. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kepedulian serta menentukan langkah nyata yang dapat dilakukan secara bersama.

“Kami menyadari bahwa hari ini bukan lagi waktunya mencari siapa yang bertanggung jawab. Lebih dari itu, kita harus menentukan siapa yang perlu berbuat dan apa yang dapat dilakukan bersama untuk memadamkan api serta memastikan asap tidak lagi menjadi ancaman nyata bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Astaja, para relawan siap membantu pemerintah dalam upaya pencegahan maupun penanganan bencana demi kepentingan masyarakat.
Ia menilai kerja bersama menjadi bagian penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Albert B. Tiranda.
Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan edukasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Sambas.

“Langkah ini menjadi bukti bahwa kepedulian akan jauh lebih bermakna apabila diwujudkan melalui kerja bersama,” ujar Astaja.

Dalam pertemuan itu, berbagai persoalan turut dibahas, mulai dari dampak bencana terhadap masyarakat, strategi menghadapi potensi bencana pada masa mendatang, hingga kebutuhan peralatan pendukung bagi petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.

Astaja berharap karhutla maupun banjir tidak terus menjadi ancaman yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, risiko bencana harus dihadapi dengan kesiapsiagaan, koordinasi, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami berharap bencana karhutla dan banjir tidak lagi menjadi sesuatu yang hanya ditakuti, tetapi menjadi tantangan yang dihadapi dengan kesiapan seluruh pihak terkait,” tuturnya.

Atas nama Aliansi Masyarakat Peduli Bencana Kalimantan, Astaja juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dan Wakil Bupati Sambas atas ruang dialog yang diberikan.

Ia berharap berbagai kendala yang dihadapi relawan di lapangan dapat menjadi perhatian bersama dan dicarikan solusi secara kolaboratif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas ruang koordinasi yang telah diberikan. Harapannya, setiap kendala di lapangan dapat diatasi bersama sehingga perlindungan terhadap masyarakat dan lingkungan dapat semakin diperkuat,” pungkasnya.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.