Abaikan Keselamatan Jalan Raya, Truk Sawit di Sandai Beroperasi Tanpa Jaring Pengaman

oleh -1661 Dilihat
oleh
banner 468x60

Ketapang — CektaIndonesia.com

banner 336x280

Praktik angkutan ugal-ugalan tanpa mengindahkan keselamatan publik kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Truk bermuatan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kedapatan melenggang bebas di jalan raya tanpa menggunakan jaring pengaman (safety net). Kelalaian fatal ini ditemukan langsung oleh tim media di lapangan dan dinilai menjadi bom waktu yang siap mencelakai para pengendara lain.

Hasil pantauan menunjukkan, buah sawit yang diangkut dari Desa Muara Jeka, Kecamatan Sandai tersebut ditumpuk hingga menggunung dan melebihi kapasitas bak truk (overload). Ironisnya, muatan berat itu dibiarkan terbuka begitu saja tanpa pengikat atau penahan yang layak menuju pabrik PT. PSM (Putra Sari Lestari) milik Darwin.

Nyawa Warga Hanya Dihargai Kata “Lupa”

Saat dicegat di jalan pada Selasa (19/05/2026) di Desa Pangkalan Suka, Kecamatan Nanga Tayap, tim media mempertanyakan nihilnya standar keselamatan (safety) pada angkutan tersebut. Jawaban yang keluar dari pihak armada justru sangat menggelikan sekaligus memicu geram.

“Lupa,” jawab sopir dengan enteng.

Sebuah pembelaan klasik yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin SOP krusial yang menyangkut nyawa manusia di jalan raya bisa dilewati hanya dengan dalih “lupa”? Jika buah sawit berukuran besar dan berat itu merosot lalu menghantam pengendara sepeda motor di belakangnya, apakah kata “lupa” bisa menyembuhkan luka atau mengembalikan nyawa yang melayang?

IWO-I dan LAKI Ketapang Angkat Bicara: “Ini Pembiaran Fatality!”

Sikap masa bodoh pihak angkutan ini memantik reaksi keras dari organisasi pers dan lembaga swadaya masyarakat setempat. Mustakim, Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) Kabupaten Ketapang, yang saat itu didampingi oleh Zul Hairi dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Ketapang, langsung angkat bicara dan mengecam keras praktik culas tersebut.

“Ini bukan sekadar masalah sepele, ini adalah ancaman nyata di jalan raya! Muatan sawit sudah jelas overload melebihi lambung bak truk, ditambah lagi sama sekali tidak memakai jaring pengaman. Ini namanya menyetor bahaya ke jalan publik,” tegas Mustakim dengan nada berang.

Mustakim juga menambahkan bahwa pihak perusahaan penerima tidak boleh lepas tangan. “Kami meminta dengan tegas kepada Dinas Perhubungan dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan ini. Jangan tunggu ada korban jiwa baru sibuk saling lempar tanggung jawab! PT. PSM milik Darwin juga harus tegas; tolak dan boikot armada angkutan yang tidak safetynya nol besar seperti ini!” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Zul Hairi dari LAKI Ketapang mendesak adanya sanksi administratif dan tindakan hukum di lapangan agar memberikan efek jera bagi para pengusaha angkutan yang hanya mengejar setoran tanpa memikirkan keselamatan warga.

Ketapang Bukan Sekadau atau Sanggau, Dishub Harus Bersikap!

Kondisi kelonggaran pengawasan ini memicu gelombang protes dari masyarakat luas. Dinas Perhubungan (Dishub) Ketapang dinilai kecolongan dan dituntut untuk segera menggelar razia besar-besaran serta menindak tegas truk-truk nakal yang memperlakukan jalan publik seperti jalur pribadi.

Warga mengingatkan agar Dishub Ketapang tidak menutup mata dan tidak menyamakan dinamika serta risiko jalan raya di Ketapang dengan wilayah lain.

“Tolong Dinas Perhubungan, lebih diperhatikan lagi lalu lintas di Kabupaten Ketapang ini! Jangan disamakan dengan kabupaten lain seperti Sekadau dan Sanggau. Jalur kita ini padat angkutan berat. Kami sebagai masyarakat meminta tolong, tindak tegas sebelum ada darah tumpah di aspal!” cetus warga dengan nada sengit.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dan taji dari Dinas Perhubungan Ketapang beserta aparat kepolisian untuk menertibkan jalur logistik sawit di wilayah Sandai dan Nanga Tayap sebelum kelalaian berdalih “lupa” ini memakan korban jiwa.

CEKTA / EGA SAFITRI

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.