14.900 Kasus ISPA Tercatat di Kabupaten Sambas pada Agustus–September, Kabut Asap Jadi Perhatian

oleh -65 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Sebanyak 14.900 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di Kabupaten Sambas selama periode Agustus hingga September 2026. Data tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas selaku Pelaksana  Tugas (Plt.), Ponidi, S.K.M., M.M. (11/9/2026)

banner 336x280

Menurut Ponidi, kondisi kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat karena kualitas udara yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

“Data yang kita catat, kasus ISPA pada Agustus sampai September mencapai sekitar 14.900 kasus,” ujar Ponidi.

Ia menjelaskan, paparan asap dan partikulat di udara perlu menjadi perhatian karena terdapat kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain bayi dan anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia (lansia). Mereka disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi asap.

Selain itu, masyarakat yang memiliki keluhan atau gangguan pada saluran pernapasan juga diimbau lebih berhati-hati. Penggunaan masker ketika berada di luar rumah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan langsung terhadap asap dan debu.

Masyarakat Diminta Waspada

Kabut asap yang berlangsung dalam waktu cukup lama dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti batuk, pilek, iritasi mata, tenggorokan terasa tidak nyaman hingga sesak napas. Bagi kelompok rentan, paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat.

Terutama bagi bayi, anak-anak, ibu hamil dan lansia, perubahan kondisi kesehatan perlu segera diperhatikan dan tidak dianggap sepele.

Di sisi lain, upaya penanganan karhutla juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara. Semakin lama masyarakat terpapar kabut asap, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul.

Dengan tercatatnya 14.900 kasus ISPA, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama antara pemerintah, petugas kesehatan dan masyarakat untuk mencegah dampak kabut asap semakin meluas.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.