KETAPANG — CektaIndonesia.com
Seorang warga di Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mempertanyakan pelayanan SPBU 66.788.06 setelah mengaku tiga hari berturut-turut kesulitan mendapatkan BBM jenis Dexlite.
Menurut keterangan warga, pada hari pertama dirinya datang untuk mengisi Dexlite, namun diminta kembali pada siang hari. Ia mengaku sempat mengira stok BBM tersebut memang belum tersedia.
Pada hari kedua, warga kembali mendatangi SPBU sekitar pukul 09.30 pagi. Namun, ia kembali diminta datang pada siang hari. Hal serupa disebut terjadi pada hari ketiga ketika warga kembali datang sekitar pukul 07.30 pagi.
Warga mengaku kemudian mendapat penjelasan bahwa pihak SPBU lebih dahulu mengutamakan kendaraan yang sedang mengantre BBM seperti Pertalite maupun Biosolar.
Kondisi tersebut dipertanyakan warga lantaran dirinya datang sebagai konsumen umum untuk membeli Dexlite. Ia menilai pelayanan seharusnya tidak membuat konsumen harus berulang kali kembali ketika ingin mendapatkan BBM.
“Saya ini kan masyarakat juga, apa bedanya?” ujar warga tersebut”
Warga menegaskan dirinya tidak bermaksud menyerobot antrean kendaraan lain. Ia hanya mempertanyakan mengapa dirinya beberapa kali diminta kembali pada siang hari, sementara menurut informasi yang diterimanya, stok Dexlite tersedia.
Atas kejadian tersebut, warga mengaku mendatangi Camat Sungai Melayu untuk meminta petunjuk terkait persoalan yang dialaminya. Menurut keterangan warga, pihak kecamatan menyampaikan bahwa pengelolaan SPBU berada pada manajemen.
Warga berharap pihak SPBU 66.788.06 dapat memberikan penjelasan mengenai ketersediaan Dexlite serta mekanisme pelayanan kepada konsumen umum.
Keluhan tersebut masih berdasarkan keterangan warga yang mengaku mengalami langsung kejadian. Pihak pengelola SPBU 66.788.06 perlu memberikan klarifikasi agar persoalan tersebut dapat diketahui secara utuh dan berimbang.




