Jakarta–CektaIndonesia.com
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan pihaknya menerima banyak laporan terkait dugaan praktik mark up harga bahan baku yang dilakukan oleh mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).(11/03/2026)
Berdasarkan kutipan dari media Mataberita.net, harga bahan baku yang dipatok mitra disebut sering melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, sejumlah bahan pangan yang diterima juga dilaporkan memiliki kualitas yang kurang baik.
Hal tersebut disampaikan Nanik dalam rapat koordinasi bersama para Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi se-wilayah Solo Raya. Dalam pertemuan itu, banyak Kepala SPPG mengadukan praktik tidak wajar dari mitra penyedia bahan baku.
Menurut laporan yang diterima, mitra diduga kerap menaikkan harga bahan baku di atas HET serta memaksa pihak SPPG untuk menerima bahan pangan yang kualitasnya tidak sesuai.
Menanggapi hal tersebut, Nanik langsung memerintahkan koordinator wilayah di Surakarta, Boyolali, Sragen, dan Karanganyar untuk melakukan pendataan serta pengecekan langsung ke lapangan.
“Silakan keliling dan cek langsung ke SPPG-SPPG, di SPPG mana saja yang terjadi mark up ini,” ujar Nanik.
Ia juga mengingatkan seluruh Kepala SPPG, Pengawas Keuangan, dan Pengawas Gizi agar tidak berkompromi dengan mitra yang melakukan praktik curang yang dapat mencoreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Iingat! Jangan pernah mengikuti kemauan, apalagi bekerja sama dengan mitra SPPG yang melakukan mark up harga bahan baku pangan untuk program MBG ini, terlebih jika kualitas bahan pangannya buruk,” tegasnya.
BGN menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan, sekaligus mencegah adanya praktik yang merugikan negara maupun masyarakat penerima manfaat.
Sumber: Mataberita.net





