Sambas–CektaIndonesia.com
Sebuah minibus hangus terbakar di area SPBU Pertamina di jalan Singara Raya Simpuan Kecamatan Semparuk Nomor 64.794.06 pada Jumat malam 4 April 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa yang terjadi sesaat setelah kendaraan selesai mengisi bahan bakar minyak (BBM) itu menggegerkan warga dan pengendara yang berada di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, minibus tersebut sebelumnya mengantre untuk melakukan pengisian BBM di SPBU Simpuan. Setelah proses pengisian selesai dan kendaraan bergeser beberapa meter dari lokasi pengisian, tiba-tiba muncul kobaran api yang dengan cepat membesar dan melalap kendaraan.
Sejumlah warga dan orang yang berada di lokasi sempat berupaya mendorong kendaraan tersebut agar menjauh dari area SPBU guna menghindari risiko yang lebih besar. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api terus membesar dalam waktu singkat.
Akibat kejadian tersebut, sopir minibus dilaporkan mengalami luka bakar. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran dari Kecamatan Semparuk,Tebas, dan Pemangkat yang turun ke lokasi kejadian. Setelah api berhasil dijinakkan, kondisi kendaraan sudah hangus total dan hanya menyisakan kerangka serta bagian mesin.
Dari keterangan warga yang berada di lokasi, kendaraan tersebut diketahui sering bolak-balik mengantre untuk melakukan pengisian BBM. Warga juga menyebut terdapat tujuh drum atau jeriken yang diduga berisi BBM di dalam kendaraan tersebut.
“Satu jeriken sempat berhasil dikeluarkan dari dalam mobil, sedangkan enam drum atau jeriken lainnya ikut terbakar bersama kendaraan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Diketahui kendaraan tersebut berasal dari Desa Mensere , Kecamatan Tebas no polisi 1706 .Namun hingga saat ini jenis kendaraan, dan warna,belum dapat diketahui karena kondisi kendaraan yang rusak berat akibat kebakaran.
Pasca kejadian, aparat kepolisian memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Pemasangan garis polisi dilakukan guna memudahkan proses penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dan barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab munculnya api yang menghanguskan minibus tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU Pertamina Simpuan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa kebakaran tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan sesuai fakta di lapangan.
Red







