Tragedi Penangkapan Bandar Sabu di Katingan Kalimantan Tengah: 1 Polisi Gugur, 2 Anggota Masih Hilang Dihujani Tembakan Massa

oleh -6 Dilihat
oleh
banner 468x60

​Katingan,Kalteng-CektaIndonesi.com

Sebuah tragedi berdarah mewarnai upaya pemberantasan narkotika di wilayah hukum Polres Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah. Proses penangkapan Target Operasi (TO) bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, berakhir mencekam setelah petugas mendapat perlawanan sengit dari keluarga pelaku dan amukan massa bersenjata. Akibat insiden ini, satu orang personel kepolisian gugur dalam tugas, sementara dua anggota lainnya dinyatakan hilang.

banner 336x280

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini bermula dari laporan masyarakat pada Rabu, 1 Juli 2026 terkait maraknya peredaran gelap sabu di desa yang terletak di wilayah Kabupaten Katingan tersebut. Menindaklanjuti informasi yang valid, Kasat Resnarkoba Polres Katingan langsung memimpin operasi penyelidikan.

Detik-Detik Penggerebekan dan Perlawanan Sengit

​Tim Satresnarkoba yang berjumlah 12 personel bergerak dari Mapolres Katingan pada Rabu malam pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi target di Kecamatan Katingan Tengah sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kekuatan dibagi menjadi dua: Tim 1 (9 personel dipimpin Kasat Resnarkoba) mendatangi rumah TO, sementara Tim 2 (3 personel) bersiaga di area SMPN setempat.

Awalnya, Tim 1 berhasil masuk dan mengamankan target operasi yang diketahui bernama Bio setelah memperkenalkan diri secara resmi. Namun, situasi mendadak berubah menjadi mencekam ketika seorang pria dari arah dapur tiba-tiba menyerang Briptu Dedi menggunakan sebilah parang. Beruntung, Briptu Dedi berhasil melumpuhkan penyerang tersebut dengan bantuan Bripda Ferdy.

​Ketegangan memuncak saat dua pria lain muncul dari dalam kamar, langsung mengayunkan parang ke arah Kasat Resnarkoba. Melihat nyawa pimpinannya terancam, Aiptu Sumariyanto memberikan tembakan peringatan. Karena tidak dihiraukan dan pelaku terus merangsek menyerang, petugas terpaksa melepaskan tembakan tegas terukur yang membuat pelaku tergeletak di depan pintu.

Dikepung Massa dan Dihujani Senjata Api Rakitan

​Isak tangis histeris dari keluarga pelaku memicu reaksi berantai dari warga sekitar di pedalaman Kalimantan Tengah tersebut. Tetangga sekitar yang mendengar kegaduhan mulai keluar rumah sembari membawa senjata tajam jenis parang hingga senjata api rakitan.

Demi keselamatan, Tim 1 memutuskan untuk mundur dari lokasi.Di tengah kepungan massa, mereka terpaksa terjun dan berenang mengarungi derasnya arus sungai menuju sebuah pulau kecil di tengah sungai untuk mengamankan diri. Bukannya surut, pihak keluarga TO dan warga yang mengamuk justru terus mengejar dan menghujani pulau kecil tersebut dengan tembakan senjata rakitan.

​Di tengah situasi genting tersebut, Tim 1 sempat menghubungi Tim 2 untuk meminta bantuan ke Polsek Katingan Tengah dan Polres Katingan. Tim 2 langsung bergerak menggunakan mobil, namun mereka juga sempat dikejar oleh massa yang mengamuk menggunakan kendaraan roda empat. Melalui aksi kejar-kejaran yang menegangkan, 3 personel di Tim 2 akhirnya berhasil selamat sampai di Polsek Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Terpaksa Menceburkan Diri ke Sungai dan Masuk Hutan

​Sementara itu, Tim 1 yang masih terjebak di tengah pulau kecil terus dihujani tembakan. Mengingat posisi yang semakin terdesak, mereka memutuskan meninggalkan pulau dengan kembali berenang ke tepian sungai untuk masuk ke dalam hutan belantara di wilayah Katingan tersebut.

​Nahas, karena kelelahan setelah berenang melawan arus yang kuat di bawah ancaman tembakan, 3 anggota polisi terpaksa menyerah dan menepi ke pinggir sungai—di mana saat itu massa bersenjata masih berkumpul. Sementara 5 anggota lainnya berhasil mencapai tepian seberang dan menyelamatkan diri ke dalam hutan.

​Evakuasi dan Pencarian Korban

​Hingga Kamis pagi, 2 Juli 2026, dari total 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang diterjunkan, 9 orang di antaranya telah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

​Namun, duka mendalam menyelimuti institusi Polri di Provinsi Kalimantan Tengah setelah Aipda Yudie ditemukan dalam kondisi gugur di wilayah Katingan. Sementara itu, hingga Kamis sore, dua anggota Tim 1 yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Novandri masih dinyatakan hilang dan belum diketahui keberadaannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian gabungan masih melakukan penyisiran intensif di sekitar area hutan dan sungai untuk mencari dua personel yang hilang serta mengejar para pelaku provokasi dan penyerangan.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.