Soroti Lima Masalah Krusial di Sambas, HMKS Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

oleh -77 Dilihat
oleh
banner 468x60

​Sambas–CektaIndonesia.com

Kabupaten Sambas dinilai memiliki potensi daerah yang melimpah. Namun, hingga saat ini kabupaten tersebut masih dibayangi oleh berbagai persoalan mendasar yang terus dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

banner 336x280

​Merespons kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Kabupaten Sambas (HMKS) secara lantang menyoroti lima permasalahan krusial yang dinilai berlarut-larut dan membutuhkan perhatian serta tindakan nyata dari pemerintah daerah.

​Lima Raport Merah yang Perlu Dibenahi

​Dalam rilisnya, HMKS memetakan lima persoalan utama yang mendesak untuk segera diselesaikan:

​Infrastruktur yang Memprihatinkan:

Akses jalan dan fasilitas publik di beberapa wilayah dinilai masih jauh dari kata layak, sehingga menghambat mobilitas dan roda perekonomian warga.

​Maraknya Maraknya PETI:

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian menjamur tanpa kendali, mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan jiwa.

​Eksploitasi Penambangan Pasir:

Kegiatan pengerukan pasir yang berlebihan diduga merusak ekosistem pesisir dan kawasan sekitar, memicu keresahan warga terdampak.

​Ketertinggalan Sektor Pendidikan:

Kualitas sarana, prasarana, serta pemerataan akses pendidikan di Sambas dinilai masih tertinggal dibanding daerah lain.

​Polemik Perusahaan Kelapa Sawit: Konflik agraria, masalah kemitraan, hingga dampak lingkungan akibat operasional perkebunan sawit yang tak kunjung menemui titik temu.

​Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Wacana

​Perwakilan HMKS menegaskan bahwa masyarakat Sambas saat ini sudah jenuh dengan janji-janji politik maupun wacana pembangunan yang kerap digaungkan tanpa realisasi yang jelas.

​”Kami percaya pembangunan tidak cukup hanya dengan janji dan wacana. Masyarakat membutuhkan kebijakan yang berpihak, pengawasan yang tegas, serta langkah konkret yang dapat dirasakan langsung,” tegas juru bicara HMKS.

​Lebih lanjut, mereka mendesak Pemkab Sambas dan instansi terkait untuk segera turun ke lapangan, memperketat fungsi pengawasan, dan menyusun regulasi yang berpihak pada rakyat kecil.

​”Sudah saatnya suara masyarakat didengar dan persoalan yang berlarut-larut ini diselesaikan secara serius. Jangan sampai potensi besar yang dimiliki Sambas justru tenggelam di tengah pembiaran masalah yang ada,” pungkasnya.

(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.