Rp877 Ribu per Ekor Ikan Hias, Efisiensi Anggaran Pemkot Singkawang Patut Dipertanyakan

oleh -31 Dilihat
banner 468x60

SINGKAWANG, – CektaIndonesia.com 

 

banner 336x280

Di tengah tuntutan efisiensi anggaran dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik, muncul satu paket pengadaan yang menarik perhatian berupa belanja ikan hias senilai Rp26.337.000 untuk 30 ekor,Sabtu (10/10/2026)

Berdasarkan data paket penyedia dengan Kode RUP 63920967, pengadaan tersebut tercatat dalam APBD Kota Singkawang Tahun Anggaran 2026, melalui Satuan Kerja Sekretariat Daerah Kota Singkawang.

Jika total pagu dibagi dengan volume pengadaan, maka nilai anggaran yang dialokasikan mencapai Rp877.900 per ekor.

Angka ini tentu mengundang pertanyaan. Ikan hias seperti apa yang dibeli dengan alokasi hampir Rp878 ribu per ekor? Apakah ikan tersebut memiliki jenis, ukuran, kualitas, atau karakteristik khusus yang membuat harganya berbeda dari ikan hias pada umumnya?

Data paket mencantumkan spesifikasi pekerjaan “lebih dari 1 kg”, tetapi tidak menjelaskan jenis ikan, rincian kualitas, maupun harga satuan secara terperinci. Karena itu, angka Rp877.900 tersebut merupakan hasil pembagian pagu dengan volume, bukan bukti harga beli riil setiap ekor ikan.

Di sinilah pentingnya transparansi pengadaan. Publik berhak mengetahui apakah nilai tersebut sekadar pagu anggaran atau benar-benar menjadi harga transaksi setelah proses pemilihan penyedia.

Efisiensi Anggaran, Ikan Hias Ikut Dihitung?

Pemerintah dituntut menggunakan uang rakyat secara hemat, tepat sasaran, dan bertanggung jawab. Efisiensi bukan sekadar memangkas kegiatan, melainkan memastikan setiap rupiah memberikan manfaat yang sepadan.

Lantas, bagaimana ukuran efisiensi dalam pengadaan 30 ekor ikan hias dengan pagu Rp26,337 juta ini?

Apakah sudah dilakukan survei harga pasar? Apakah terdapat pembanding harga dari penyedia lain? Dan apakah spesifikasi ikan yang dibutuhkan benar-benar mengharuskan alokasi sebesar itu?

Pertanyaan tersebut bukan tuduhan adanya penyimpangan, melainkan bentuk kontrol publik terhadap penggunaan APBD.

Jika harga dan spesifikasinya memang wajar, pemerintah semestinya dapat menjelaskannya secara terbuka. Namun, jika masih ada alternatif yang lebih murah dengan kualitas setara, bukankah selisih anggaran dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan pelayanan masyarakat lainnya?

Jangan sampai kata efisiensi hanya terdengar lantang dalam pidato dan rapat anggaran, tetapi kehilangan makna ketika berhadapan dengan belanja yang dianggap tidak mendesak.

Ikan hias mungkin memperindah ruangan. Namun, keterbukaan anggaran seharusnya memperindah kepercayaan masyarakat.

Sebab, yang perlu dijaga pemerintah bukan hanya ikan di dalam akuarium, melainkan juga kepercayaan rakyat terhadap cara uang mereka dibelanjakan.

Redaksi membuka ruang klarifikasi bagi Pemerintah Kota Singkawang, khususnya Sekretariat Daerah, terkait jenis ikan, spesifikasi, dasar penetapan pagu, survei harga, serta pertimbangan efisiensi dalam pengadaan tersebut.

 

Rep   Rizalfarizal

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.