Proyek Turap Penimbunan dan Beram Jalan di Rambayan–Sentebang Jadi Sorotan Warga

oleh -4706 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com       

Proyek turap penimbunan dan beram jalan di kawasan Rambayan–Sentebang tahun 2025 kembali menuai sorotan dari masyarakat. Selain tidak adanya papan informasi proyek dan dugaan pekerjaan yang dikerjakan tidak memenuhi standar , warga juga menilai kualitas turap yang dibangun tidak akan mampu bertahan lama.(29/11/2025)

banner 336x280

Berdasarkan pantauan di lapangan, konstruksi turap terlihat dikerjakan menggunakan material yang dinilai tidak sesuai standar. Ketahanannya pun diragukan, terlebih lokasi turap berada tepat di bibir sungai yang memiliki arus air dan kondisi tanah cukup labil.

“Kalau turapnya seperti itu, kami khawatir satu atau dua musim hujan saja sudah jebol. Tanah di pinggir sungai itu gampang longsor, jadi harusnya pakai konstruksi yang kuat,” ujar salah satu warga Rambayan.

Material penimbunan pada badan jalan dan beram juga menjadi persoalan lain. Warga menemukan campuran material yang tidak seragam, mulai dari tanah, kerikil,  yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Kondisi tersebut membuat hasil pengerjaan tampak semrawut dan mudah tergerus air.

Ketiadaan papan plang proyek semakin memicu tanda tanya publik. Informasi mengenai nilai anggaran, kontraktor pelaksana, hingga masa pengerjaan proyek tidak diketahui masyarakat, sehingga menimbulkan dugaan minimnya transparansi.

Warga berharap dinas terkait segera melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas turap serta penimbunan jalan tersebut. Mereka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mengutamakan keselamatan pengguna jalan dan ketahanan jangka panjang, bukan sekadar mengejar penyelesaian kerja.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi terkait temuan dan keluhan masyarakat.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.