Proyek “Misterius” Pembersihan Irigasi Teluk Keramat Disorot, BWSK 1 Kalbar Bantah Punya Agenda, Diduga Sarat Kepentingan Pejabat Pemda

oleh -48 Dilihat
oleh
banner 468x60

Cektaindonesia.com

Sambas — Proyek pembersihan irigasi dan saluran parit pemukiman warga yang akrab disebut-sebut sebagai “Proyek Pimpinan Komplek” di Kecamatan Teluk Keramat, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang dinilai “misterius” ini menuai kritik lantaran diduga kuat mengabaikan prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tanpa adanya transparansi anggaran yang jelas,Selasa (14/07/2026)

banner 336x280

​Sebelumnya, Kepala Desa Pipit Teja dan Kepala Desa Matang Sigantar sempat memberikan keterangan kepada media bahwa kegiatan pembersihan saluran air tersebut merupakan program yang bersumber dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) 1 Provinsi Kalimantan Barat.

​Namun, setelah awak media melakukan konfirmasi langsung untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, pihak BWSK 1 Kalbar dengan tegas membantah. Pihak balai mengklarifikasi bahwa kegiatan pembersihan irigasi dan parit di lokasi tersebut bukanlah proyek milik mereka.

​Di sisi lain, kedua kepala desa tersebut akhirnya mengakui keterlibatan mereka secara langsung dalam operasional di lapangan. Mereka membenarkan bahwa merekalah pihak yang mengurus jalannya pekerjaan, termasuk membayarkan upah kepada para pekerja.

​Menurut pengakuan kepala desa, para pekerja di lapangan diupah sebesar Rp2.500 per meter. Mereka juga membeberkan bahwa total volume pekerjaan pembersihan irigasi ini tergolong sangat besar, yakni mencapai sekitar 60 kilometer (km). Adapun lokasi pengerjaannya membentang di empat wilayah, meliputi Desa Pipit Teja, Desa Pimpinan, Desa Matang Sigantar, hingga Desa Tanah Hitam.

​Tak hanya itu, kedua kepala desa tersebut juga tidak menampik tudingan miring publik mengenai masalah transparansi. Mereka secara terbuka mengakui bahwa dalam pelaksanaan proyek pembersihan saluran sepanjang puluhan kilometer tersebut memang sama sekali tidak dipasang papan plang informasi proyek.

​Bantahan dari pihak BWSK 1 Kalbar yang berbenturan dengan pengakuan operasional kedua kepala desa ini sontak membuat asal-usul anggaran proyek parit tersebut semakin dipertanyakan. Di tengah ketidakjelasan itu, seorang narasumber tepercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan mulai membeberkan informasi mengenai latar belakang kegiatan ini.

Dari keterangan ​Narasumber yang meminta nama nya di rahasiakan. Ia  mengaku paham betul dengan kronologi dan sejarah awal kegiatan tersebut menceritakan asal-usul proyek serta pihak mana saja yang diduga memiliki andil dan keuntungan di dalamnya.

​”Itu proyek pembersihan irigasi sarat kepentingan dari pejabat Pemda plat merah,” ungkap narasumber secara blak-blakan kepada awak media.

​Tudingan ini memicu spekulasi kuat di tengah masyarakat bahwa proyek pembersihan saluran pemukiman tersebut sengaja berjalan tanpa papan plang informasi demi menyembunyikan asal-usul anggaran dan memuluskan agenda atau kepentingan politik/pribadi oknum pejabat tertentu di lingkup pemerintahan daerah.

​Demi menjaga kode etik jurnalistik dan menyajikan pemberitaan yang berimbang (cover both sides), redaksi saat ini terus berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut serta mengonfirmasi pihak-pihak terkait di Pemerintah Daerah yang dituding oleh narasumber.

​Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait dari Pemda setempat masih belum memberikan respons maupun klarifikasi resmi. Redaksi akan terus memperbarui informasi seiring dengan perkembangan fakta baru di lapangan.

Rep  Rizalfarizal

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.