Pers Berkualitas Jadi Pilar Perdamaian dan Keadilan di Hari Kebebasan Pers Dunia 2026

oleh -917 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas–CektaIndonesia.com

Peringatan World Press Freedom Day 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan kebebasan berpendapat, tetapi juga pengingat akan besarnya tanggung jawab jurnalistik dalam membangun peradaban serta menjaga perdamaian di tengah masyarakat.(5/5/2026)

banner 336x280

Di tengah derasnya arus informasi global yang kerap memicu polarisasi, tema “Pers Berkualitas untuk Masa Depan Damai dan Adil” menjadi pengingat penting bahwa di era disrupsi informasi, jurnalisme yang sehat merupakan jangkar bagi peradaban.

Pimpinan Redaksi Media UngkapFakta.id, Rudi Kurniawan W, CFLE, menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis yang jauh melampaui fungsi sebagai penyampai berita. Menurutnya, pers berkualitas merupakan instrumen penting dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

“Pers yang berkualitas bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang adil, cerdas, dan damai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di tengah maraknya polusi informasi dan manipulasi berita yang berpotensi memicu konflik, media harus tetap berpegang pada prinsip akurasi, keberimbangan, dan nilai edukatif. Tanpa informasi yang dapat dipercaya, upaya membangun perdamaian berkelanjutan akan sulit diwujudkan.

“Setiap karya jurnalistik yang bermutu adalah investasi nyata bagi terciptanya nalar publik yang sehat,” tambahnya.

Selain itu, Rudi menekankan bahwa masa depan yang adil dan berkelanjutan hanya dapat dibangun apabila publik memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks tersebut, pers berfungsi sebagai penjaga nalar publik sekaligus penguat demokrasi.

“Tanpa kualitas pers yang terjaga, demokrasi akan rapuh dan masa depan bangsa berisiko terancam oleh arus informasi yang destruktif,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan terhadap kebebasan pers di Indonesia terus berkembang. Karena itu, insan pers dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengorbankan integritas dan independensi jurnalistik.

Menutup pernyataannya, Rudi mengajak seluruh insan pers, khususnya di Kabupaten Sambas, untuk terus menjadi garda terdepan dalam merawat demokrasi.

“Mari buktikan bersama bahwa pers mampu menjadi pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, bebas, damai, adil, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.