Masyarakat Nanga Tayap Keluhkan Genangan Air di Jalan Trans Kalimantan Ketapang

oleh -12802 Dilihat
oleh
banner 468x60

KETAPANG – Masyarakat Kecamatan Nanga Tayap keluhkan genangan air di Jalan Trans Kalimantan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang membuat jalan menjadi licin.

Genangan air tersebut terjadi karena parit yang ada di sepanjang jalan tersumbat oleh sampah dan sedimentasi tanah. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar dan menggenang di jalan.

banner 336x280

Salah satu Warga Rt 01 Desa Nanga Tayap bernama Ibu Marjono mengatakan bahwa dirinya sudah muak dengan genangan air yang ada di jalan tersebut dan meminta pihak terkait untuk segera mencarikan solusi.

“Kami sudah tidak tahan lagi dengan genangan air ini. Kami meminta pihak berwenang untuk segera memperbaiki parit dan mengatasi genangan air ini,” kata Ibu Marjono kepada Cektaindonesia.com, Sabtu (25/01/2025).

Hal senada juga disampaikan Jul warga sekitar Rt17 menuturkan, pihak Dusun juga sudah pernah mengadakan kerja bakti bersama masyarakat melakukan usaha pembersihan parit namun beberapa minggu berikutnya parit kembali penuh dan air kembali menggenang di jalan-jalan terutama dimusim hujan serta merusak tekstur jalan dan mengotori teras rumahnya.

“Saya sudah pasrah dengan keadaan ini, segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah setempat walaupun sampai saat ini jalan serta teras rumah saya masih tetap saja kotor, entah sampai kapan bisa kembali bersih,” tuturnya.

Selanjutnya Camat Nanga Tayap Sabran menjelaskan bahwa upaya telah dilakukan Aparat Desa serta Kecamatan sudah pernah mengumpulkan tokoh serta masyarakat untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik menangani masalah tersebut dan menawarkan beberapa alternatif pekerjaan namun masih tetap menemui jalan buntu.

“Terkait masalah jalan, bukan kami tak berusaha membantu masyarakat tetapi ada beberapa hal terkait wewenang mengingat ini jalan nasional yang tidak bisa dikerjakan kecuali oleh tenaga ahli ,” jelasnya.

Kemudian Cektaindonesia.com mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Nanga Tayap menuturkan bahwa masalah tersebut pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakatnya menyelasaikan masalah genangan air itu.

“Beberapa faktor yang menyebabkan kesulitan dalam perbaikan ini diantaranya keterbatasan sumber Daya serta tenaga ahli yang bisa membuat gorong menuju sebarang jalan tanpa merusak badan jalan serta kabel optik yang ditanam dibahu jalan ini,” tuturnya.

Semua elemen khususnya masyarakat Nanga Tayap berharap agar pemerintah pusat maupun dinas terkait lebih memperhatikan terkait masalah jalan tersebut agar halaman rumah warga tidak kotor serta lalu lintas antar provinsi semakin lancar kembali.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.