Sambas–CektaIndonesia.com
Proyek pembangunan saluran irigasi Tebas Komplek yang menjadi salah satu penunjang sektor pertanian di Kabupaten Sambas terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga Selasa (4/8/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen dan ditargetkan rampung pada awal Oktober 2026.
Pembangunan irigasi yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp22,7 miliar tersebut diharapkan mampu meningkatkan sistem pengairan lahan pertanian sehingga produktivitas petani di wilayah Sambas semakin meningkat.
Konsultan pengawas pelaksanaan pekerjaan, Wiwit ST, mengatakan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan.
Pengawasan juga terus dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah hingga saat ini pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar. Secara keseluruhan progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen. Kami terus mengawasi agar kualitas pembangunan tetap terjaga. Insyaallah, jika tidak ada halangan cuaca maupun kendala lain, pekerjaan ini diperkirakan dapat selesai sepenuhnya pada awal bulan Oktober nanti,” ujar Wiwit.
Menurutnya, percepatan pekerjaan tetap menjadi prioritas tanpa mengabaikan aspek mutu konstruksi. Faktor cuaca dan kondisi lapangan menjadi salah satu perhatian agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
Keberadaan saluran irigasi ini nantinya diharapkan mampu mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian, mengurangi potensi kekeringan saat musim kemarau, serta mendukung peningkatan hasil panen para petani di kawasan Tebas Komplek dan sekitarnya.
Dengan semakin mendekatinya tahap penyelesaian proyek, masyarakat berharap infrastruktur tersebut segera dapat dimanfaatkan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sambas.
Penulis: Rafly Gunadi.
Editor: Wardi







