Ketua Komisi IV DPRD Sambas Mardani Tinjau SDN 10 Semayang, 122 Siswa Belajar di Tengah Kerusakan Bangunan

oleh -91 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Kondisi memprihatinkan SDN 10 Semayang di Dusun Semayang, Desa Sepadu, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani, turun langsung meninjau kondisi sekolah bersama awak media pada Selasa (13/10/2026).

banner 336x280

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kerusakan terlihat pada bangunan dan fasilitas sekolah. Mulai dari plafon yang terkelupas dan berlubang, atap yang mengalami kebocoran, lantai papan yang keropos dan patah, hingga fasilitas WC yang dilaporkan sudah rusak.

Tidak hanya bangunan, meja dan bangku siswa juga dilaporkan mengalami kondisi keropos dan rusak. Keadaan tersebut menambah daftar persoalan sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Peninjauan ini menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan yang digunakan oleh 122 siswa, mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Kedatangan Mardani bersama awak media disambut beberapa tenaga pendidik. Sementara itu, kepala sekolah tidak hadir saat kunjungan berlangsung karena dilaporkan sedang sakit.

Mardani: Kondisi Sekolah Sangat Memprihatinkan

Usai melihat kondisi bangunan secara langsung, Mardani menyampaikan bahwa SDN 10 Semayang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, perbaikan perlu dipertimbangkan, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan kembali sesuai hasil pemeriksaan teknis.

“Setelah kita melihat langsung kondisinya, memang sangat-sangat memprihatinkan. Bangunan ini perlu direnovasi, bahkan kalau memungkinkan dibangun seperti sekolah-sekolah lain yang kondisinya lebih baik,” ungkap Mardani.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berawal dari informasi yang beredar di media sosial. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, ia memilih turun langsung ke lapangan agar dapat melihat keadaan sekolah berdasarkan kondisi nyata.

Menurutnya, persoalan fasilitas pendidikan tidak cukup hanya dibicarakan. Diperlukan tindak lanjut dari instansi yang berwenang agar kebutuhan sekolah dapat ditangani secara konkret.

“Kita tidak hanya mendengar. Hari ini kita turun langsung melihat kondisi SDN 10 Semayang secara nyata, supaya tidak ada kesan merekayasa atau memanipulasi keadaan,” ujarnya.

Plafon Terlepas, Atap Bocor, dan Lantai Papan Keropos

Berdasarkan dokumentasi peninjauan, kondisi plafon di sejumlah bagian bangunan terlihat rusak. Beberapa lembar plafon terlepas, berlubang, dan memperlihatkan bagian rangka di atasnya.

Kerusakan serupa juga terlihat pada bagian koridor sekolah. Kondisi atap yang dilaporkan mengalami kebocoran perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Sementara itu, lantai papan pada sejumlah bagian bangunan tampak mengalami penurunan kelayakan. Lantai yang keropos dan patah perlu menjadi perhatian karena digunakan setiap hari oleh siswa dan tenaga pendidik.

Fasilitas WC sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini perlu masuk dalam pendataan menyeluruh agar kebutuhan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah tetap terpenuhi.

Kerusakan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan tampilan fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga sekolah. Karena itu, pemeriksaan teknis dari instansi terkait diperlukan untuk menentukan bagian yang harus segera diperbaiki.

Meja dan Bangku Siswa Ikut Rusak
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah kondisi meja dan bangku siswa yang dilaporkan keropos serta rusak.

Meja dan bangku merupakan fasilitas dasar yang menunjang aktivitas belajar mengajar. Apabila kondisinya tidak lagi layak, proses pembelajaran dapat terganggu dan kenyamanan siswa menjadi berkurang.

Dengan jumlah 122 siswa dari kelas I sampai kelas VI, ketersediaan fasilitas belajar yang layak menjadi kebutuhan penting bagi SDN 10 Semayang.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas diharapkan dapat melakukan pendataan terhadap kondisi meja, bangku, ruang kelas, plafon, atap, lantai, serta fasilitas sanitasi. Hasil pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan sekolah.

Revitalisasi Pendidikan 2026 Perlu Diperjelas

Dalam wawancara tersebut, Mardani juga menanggapi pertanyaan mengenai program revitalisasi satuan pendidikan periode 2025–2026.

Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas untuk memperoleh informasi mengenai anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2026 serta jumlah dan lokasi sekolah yang menjadi sasaran program.

Koordinasi tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kriteria penerima bantuan, tahapan pelaksanaan, serta kemungkinan SDN 10 Semayang masuk dalam program penanganan yang tersedia.

“Kami akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait dana revitalisasi dan titik-titik sekolah yang mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan SDN 10 Semayang bisa mendapatkan bantuan sehingga pembangunan yang diharapkan siswa, guru, dan masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab DPRD. Karena itu, informasi mengenai alokasi anggaran dan sasaran program perlu diperjelas agar kebutuhan sekolah yang kondisinya memprihatinkan dapat dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai apakah SDN 10 Semayang telah masuk dalam daftar penerima program revitalisasi pendidikan tahun 2026.

Disdikbud Sambas Diharapkan Segera Menindaklanjuti

Kondisi SDN 10 Semayang menjadi perhatian yang membutuhkan tindak lanjut dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas.

Pemeriksaan langsung terhadap bangunan dan fasilitas sekolah diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan, kebutuhan rehabilitasi, serta kemungkinan pembangunan kembali apabila kondisi teknis mengharuskannya.

Selain perbaikan bangunan, kebutuhan meja dan bangku serta fasilitas WC juga perlu diperhitungkan dalam perencanaan penanganan. Dengan demikian, perbaikan yang dilakukan nantinya tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga menunjang kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh.

Masyarakat tentu berharap agar hasil peninjauan tersebut tidak berhenti pada dokumentasi dan penyampaian aspirasi, tetapi berlanjut pada evaluasi serta langkah konkret sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah.

Bagi 122 siswa yang menempuh pendidikan di SDN 10 Semayang, tersedianya ruang belajar dan fasilitas yang aman serta layak merupakan kebutuhan mendasar dalam memperoleh pelayanan pendidikan.

Redaksi CektaIndonesia.com Menunggu Klarifikasi Disdikbud Sambas

Redaksi CektaIndonesia.com tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas maupun pihak sekolah untuk memberikan penjelasan resmi terkait kondisi bangunan, fasilitas belajar, riwayat pembangunan dan rehabilitasi, serta rencana penanganan ke depan.

Redaksi juga berharap adanya informasi mengenai anggaran pemeliharaan maupun rehabilitasi yang pernah dialokasikan untuk sekolah tersebut, apabila tersedia, agar riwayat penanganan sarana dan prasarana dapat diketahui secara jelas.

Klarifikasi dari pihak terkait penting untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang, akurat, dan bertanggung jawab. Setiap keterangan resmi yang relevan akan menjadi bagian dari upaya memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

CektaIndonesia.com akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini dan menunggu penjelasan resmi Disdikbud Sambas mengenai langkah yang akan ditempuh untuk menjawab kebutuhan SDN 10 Semayang.
Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.