Sambas-CektaIndonesia.com
Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kondisi yang berlangsung hampir sepekan tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan jarak pandang di beberapa wilayah dilaporkan menurun hingga sekitar 100 meter, Minggu (31/8/2026).
Kabut asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah kecamatan, seperti Teluk Keramat, Galing, Jawai, Tebas, Paloh, hingga wilayah Kecamatan Sambas.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sambas, Maryono. Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah nyata dalam menangani dampak kabut asap, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.
“Sudah sekitar enam hari kabut asap menyelimuti Kabupaten Sambas. Jarak pandang hanya sekitar 100 meter. Kebakaran hutan terjadi di beberapa wilayah seperti Teluk Keramat, Galing, Jawai, Tebas, Paloh dan Sambas. Kami berharap pemerintah segera menyikapi persoalan ini, khususnya dampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Maryono.
Menurutnya, kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap tidak boleh dianggap sepele. Masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya, mulai dari terganggunya aktivitas harian hingga meningkatnya risiko gangguan kesehatan.
Ia menilai kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan harus menjadi perhatian utama pemerintah dalam situasi seperti ini.
“Pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat. Penanganan Karhutla harus diperkuat, sekaligus memastikan warga mendapatkan informasi dan imbauan yang jelas terkait kondisi udara,” tegasnya.
Maryono juga mendorong agar pemerintah daerah melakukan langkah terpadu bersama aparat, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat untuk mempercepat pengendalian titik api dan mencegah meluasnya kebakaran.
Selain itu, ia meminta informasi terkait kualitas udara dan perkembangan penanganan kabut asap disampaikan secara terbuka agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi.
“Yang paling penting saat ini adalah keselamatan warga. Jangan sampai masyarakat terus terpapar asap tanpa ada langkah cepat dari pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, masyarakat diimbau tetap waspada selama kabut asap masih terjadi, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan pelindung seperti masker saat beraktivitas, serta menjaga kondisi kesehatan keluarga.
Red







