​Heboh! Video Joget Dangdut di Panggung Bekas MTQ Tangaran Viral, Netizen Kecam Dinilai Tak Etis

oleh -112 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Sebuah unggahan video dari akun media sosial @gosipsambasofficial mendadak viral dan memicu kontroversi tajam di tengah masyarakat Kabupaten Sambas. Video tersebut memperlihatkan aksi sejumlah pria dan wanita yang tengah asyik berjoget ria diiringi alunan musik dangdut di atas sebuah pentas megah.

​Berdasarkan informasi valid yang dihimpun serta bukti visual tangkapan layar 62518.jpg yang beredar, aksi joget-joget tersebut diketahui terjadi pada Senin malam, 28 Juni 2026. Aksi tersebut digelar tepat sesaat setelah seluruh rangkaian acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) resmi selesai ditutup.

banner 336x280

​Lokasi panggung utama pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut dipastikan berada di Desa Merabuan, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas. Meskipun agenda keagamaan itu sudah rampung sepenuhnya, sejumlah atribut, dekorasi megah, serta simbol-simbol bernuansa religius khas MTQ tampak masih terpasang utuh dan melatarbelakangi aktivitas hiburan dangdut tersebut.

​Sontak saja, unggahan dari akun gosip lokal ini langsung diserbu komentar pedas dari warganet yang menyayangkan sekaligus mengecam keras aktivitas di atas panggung tersebut. Muncul dugaan kuat bahwa hiburan musik dangdut tersebut sengaja digelar secara internal dengan maksud untuk melepas penat serta menghibur para panitia yang kelelahan setelah berhari-hari menyukseskan acara. Kendati demikian, publik menilai pemilihan tempat di panggung bekas pengajian tersebut sangat tidak layak, tidak beretika, dan melanggar asas kepantasan.

​Ragam Sorotan Negatif Netizen

​Kolom komentar akun @gosipsambasofficial seketika bertransformasi menjadi wadah penyaluran kekecewaan serta kecaman publik. Banyak netizen yang menilai bahwa panggung sakral yang didirikan demi memuliakan syiar ayat suci Al-Qur’an, seketika dicoreng oleh aktivitas berjoget yang dianggap bertolak belakang dengan marwah acara.

​Berikut adalah rangkuman kritik menohok dari warganet yang berhasil dihimpun:

  • Dinilai Hilang Rasa Hormat: > “Miris sekali melihatnya. Walaupun acaranya sudah selesai dan tujuannya mungkin cuma buat hiburan panitia, tolonglah dihargai bekas tempat pengajian dan syiar agama itu. Minimal dibongkar dulu atribut MTQ-nya baru mau dangdutan,” tulis salah satu warganet mengekspresikan kekecewaannya.
  • Menyayangkan Sikap Oknum di Lokasi: > “Hilang langsung wibawa acara MTQ-nya gara-gara kelakuan oknum di akhir acara seperti ini. Tempat yang harusnya sakral untuk memuliakan Al-Qur’an malah dijadikan tempat joget-joget. Sangat tidak elok dipandang.”
  • Kritik Terkait Etika Publik: > “Zaman sekarang demi konten atau hiburan sesaat, etika sering kali dilupakan. Ini masalah kepantasan dan rasa hormat terhadap masyarakat Tangaran yang sudah bergotong-royong menyukseskan acara religius tersebut.”
  • Desakan Evaluasi Total: > “Harus jadi pelajaran keras buat pihak penyelenggara ke depan. Jangan sampai sukses di acara inti, tetapi malah meninggalkan kesan buruk dan viral karena hal-hal yang tidak etis seperti ini di penghujung kegiatan.”

​Hingga berita ini diturunkan, video kontroversial tersebut terus mendapatkan sorotan tajam di jagat maya. Masyarakat luas berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang pada event-event keagamaan lainnya. Pihak penanggung jawab maupun panitia diharapkan dapat lebih bijak dalam menjaga marwah dan kehormatan dari kegiatan religius, sekalipun seluruh rangkaian agenda utama telah resmi ditutup.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.