Sambas-CektaIndonesia.com
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Sungai Sambas Besar dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Rabu (19/8/2026).
Korban berhasil ditemukan sekitar 300 meter ke arah hilir dari lokasi awal kejadian, tepatnya pada koordinat 1°25’54” N – 109°18’42” E. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi jasad korban dan menyerahkannya langsung kepada pihak keluarga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Desa Sabing, Kecamatan Teluk Keramat. Korban diketahui sedang menjalani rehabilitasi pemulihan selama kurang lebih enam bulan di Yayasan Geratak, Kecamatan Sejangkung.
Peristiwa naas tersebut terjadi ketika korban lepas dari pengawasan pengurus yayasan, lalu berjalan menuju steher penyeberangan di Sejangkung hingga akhirnya tenggelam di aliran Sungai Sambas Besar. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Yayasan Geratak belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi.
Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Pos SAR Sintete, Plt Camat Sejangkung, Satpolairud Sambas, Polsek Sejangkung, Babinsa Koramil Sejangkung, BPBD Kabupaten Sambas, Stasiun Bakamla Pemangkat, Puskesmas Sejangkung, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi antar unsur yang terlibat pada pukul 14.30 WIB, Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan operasi. Seluruh rangkaian pencarian dan pertolongan pun resmi dinyatakan selesai.
Red








