Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa di Kantor Gubernur Kalbar, BEM Nusantara: Kami Tidak Akan Mundur

oleh -45 Dilihat
banner 468x60

Pontianak–CektaIndonesia.com

Koordinator BEM Nusantara Kalimantan Barat, Haris Ramadan, mengecam dugaan kekerasan terhadap peserta aksi di Kantor Gubernur Kalimantan Barat Pada Selasa 20 Oktober 2026. Ia menyebut sejumlah massa aksi mengalami pemukulan dan tendangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang tanpa seragam.

banner 336x280

Haris mendesak aparat berwenang mengusut kejadian tersebut secara transparan dan menindak pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.

“Kami mengalami pemukulan dan tendangan oleh sekelompok orang yang tidak mengenakan seragam,” kata Haris dalam rilis pernyataan sikap yang disampaikan.

Menurut Haris, mahasiswa datang ke lokasi untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut tanggung jawab pemerintah, bukan untuk mencari keributan. Karena itu, ia menilai dugaan kekerasan terhadap peserta aksi harus menjadi perhatian serius.

“Kami turun bukan untuk mencari keributan, melainkan untuk menyampaikan suara yang harus didengar. Jika aspirasi dibalas dengan kekerasan, maka ada persoalan serius yang harus diusut,” tegasnya.

Ia juga mengecam segala bentuk kekerasan terhadap peserta aksi dan meminta proses penanganan perkara dilakukan secara terbuka. Menurutnya, pengusutan diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta menentukan pertanggungjawaban berdasarkan bukti.

Dalam keterangannya, Haris menyebut orang-orang yang diduga melakukan kekerasan tidak mengenakan seragam. Namun, ia belum merinci identitas maupun asal kelompok tersebut. Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada informasi terverifikasi yang memastikan keterkaitan mereka dengan instansi tertentu.

BEM Nusantara Siapkan Konsolidasi

Di tengah dugaan insiden tersebut, Haris menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi tidak akan berhenti. BEM Nusantara Kalimantan Barat, katanya, berencana melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan aksi lanjutan yang lebih besar dan terorganisasi.

“Kami tidak akan mundur hanya karena kekerasan. Perjuangan ini tidak berhenti hari ini,” ujarnya.

Haris menambahkan, dugaan intimidasi tidak akan menghentikan langkah mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi. Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum harus dihormati dan dilindungi sesuai ketentuan hukum.

“Kami akan kembali, dengan massa yang lebih besar dan suara yang lebih lantang,” katanya.

Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya perlindungan bagi peserta aksi serta penanganan setiap dugaan kekerasan secara profesional dan transparan. Aparat berwenang diharapkan menelusuri kejadian tersebut berdasarkan bukti dan keterangan para pihak agar fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.