SAMBAS –cektaindonesia.com
Rizal Farizal, Ketua Aliansi Sopir Kabupaten Sambas, menarik kembali apresiasi yang sebelumnya disampaikan kepada Polda Kalimantan Barat. Langkah ini dilandasi kekecewaan terhadap penanganan penyalahgunaan solar bersubsidi yang dinilai belum menjawab keresahan para sopir di Kabupaten Sambas,Jum’at(23/10/2026)
“Kami menarik kembali apresiasi tersebut. Ketika penanganan yang disorot hanya penyalahgunaan solar sebanyak 20 liter, kami mempertanyakan bagaimana pengawasan distribusi solar bersubsidi di Kabupaten Sambas. Apakah persoalan yang dirasakan para sopir selama ini sudah benar-benar ditelusuri?” tegas Rizal.
Menurutnya, persoalan solar bersubsidi di Sambas tidak cukup dijawab dengan mengungkap satu kasus. Para sopir membutuhkan kepastian akses terhadap solar untuk bekerja, sementara dugaan persoalan distribusi dan ketepatan sasaran BBM subsidi perlu diawasi secara serius.
“Pak Kapolda, jangan sampai penindakan solar 20 liter menimbulkan kesan seolah-olah distribusi solar bersubsidi tidak bermasalah. Kami berbicara tentang kondisi yang dirasakan para sopir di Kabupaten Sambas. Kami ingin persoalan ini diperiksa secara menyeluruh, bukan sekadar melihat angka penindakan.”
Rizal meminta Polda Kalbar dan seluruh jajarannya bersama instansi terkait memperkuat pengawasan terhadap SPBU di Kabupaten Sambas, menelusuri setiap dugaan penyimpangan distribusi, serta memastikan solar bersubsidi tersedia dan disalurkan sesuai ketentuan kepada masyarakat yang berhak.
“Dasar kami menarik apresiasi adalah kekecewaan karena persoalan yang dirasakan para sopir Sambas belum terjawab. Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya menuntut distribusi solar bersubsidi yang adil, transparan, dan tepat sasaran. Jangan biarkan sopir terus bertanya-tanya, sementara pengawasan seolah tidak menyentuh akar persoalan,” tutup Rizal Farizal, Ketua Aliansi Sopir Kabupaten Sambas.
Red







