Ketapang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (DPKP) Kalimantan Barat gelar finalisasi naskah budaya lokal, Selasa (15/04/ 2025).
Finalisasi naskah budaya lokal dilakukan menjelang penerbitan buku antologi, dengan narasumber melakukan reviu naskah yang telah dikumpulkan peserta.
Narasumber melakukan reviu naskah untuk memastikan kesesuaian tema budaya lokal dan kaidah penulisan KBBI, setelah sebelumnya diadakan bimbingan teknis kepenulisan pada 18 – 19 Februari 2025.
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi menulis penulis pemula, melestarikan kearifan lokal, dan menciptakan ekosistem kepenulisan di daerah.
50 penulis terpilih dari berbagai elemen masyarakat di Kalimantan Barat, hasil seleksi ketat oleh praktisi dan profesional.
peserta ini merupakan hasil seleksi yang diadakan selama kurang lebih satu bulan dengan mengumpulkan naskah budaya lokal yang kemudian dinilai oleh dewan juri.
50 naskah, terdiri dari artikel ilmiah dan cerpen, dinilai dan diperbaiki oleh 3 ahli sebelum diterbitkan dalam antologi budaya lokal. Mereka adalah:
– Ahmad Sofyan, membahas tentang Memaknai Budaya dan Kearifan Lokal dalam Tulisan.
– Jarot Sujarwo, yang membahas tentang pola penyuntingan naskah.
Neng Marlina Efendi, penulis dari Ketapang, memuji bimbingan teknis DKPP sebagai langkah penting untuk memahami penulisan dan kesesuaian dengan nilai budaya lokal.
Neng Marlina Efendi menekankan bahwa bimbingan teknis membantu penulis, terutama yang bukan berlatar belakang sosial budaya, dengan membagikan ilmu mengenai budaya untuk menyempurnakan tulisan, tegasnya.
Neng Marlina Efendi menulis cerpen berjudul “Pelukan Tanah Kayong” yang menceritakan tentang kembalinya seseorang ke kampung halamannya di Ketapang. Cerita ini memasukkan unsur-unsur budaya lokal, seperti falsafah hidup, artefak, dan mitologi masyarakat Ketapang.
Kegiatan ini diharapkan meningkatkan literasi masyarakat Kalimantan Barat, terutama pengenalan budaya lokal, serta memerlukan pelibatan banyak pihak dan dukungan pemerintah daerah untuk dipublikasikan di lembaga pendidikan, harapnya.






