SKANDAL JEMBATAN RAMAYADI! Baru Diresmikan Bupati, Beton Ujung Jembatan Pecah di 4 Sisi—Diduga Gagal Konstruksi Sejak Awal

oleh -91 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Dugaan skandal proyek infrastruktur kembali mencuat di Kabupaten Sambas. Jembatan bailey di Dusun Ramayadi, Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, yang baru rampung tahun 2025 dan telah diresmikan oleh Bupati Sambas, kini terindikasi mengalami kerusakan serius pada bagian ujung struktur.

banner 336x280

Temuan lapangan pada 13 April 2026 memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan. Beton pada sisi kiri dan kanan di ujung jembatan, baik bagian depan maupun belakang (total 4 sisi), terlihat pecah memanjang dari atas hingga ke bawah.

Pecah di 4 Sisi, Indikasi Tekanan Tak Tertahan

Kerusakan yang terjadi bukan sekadar retak biasa. Pola pecah vertikal di keempat sisi menunjukkan adanya tekanan besar yang tidak mampu ditahan oleh struktur beton penahan di ujung jembatan.

“Kalau sudah pecah dari atas sampai bawah seperti itu, berarti ada tekanan yang tidak mampu ditahan. Ini indikasi kuat masalah konstruksi,” ungkap sumber teknis kepada media ini.

Struktur beton tersebut berfungsi sebagai penahan tanah oprit. Ketika bagian ini mengalami pecah serentak, kuat dugaan terjadi persoalan pada kualitas pekerjaan.

Diduga Gagal Konstruksi, Bukan Kerusakan Biasa

Kondisi ini mengarah pada dugaan kuat kegagalan konstruksi. Beberapa faktor yang disinyalir menjadi penyebab antara lain:
Material timbunan oprit tidak sesuai spesifikasi

Pemadatan tanah tidak maksimal
Sistem drainase buruk

Mutu beton di bawah standar

Tekanan tanah yang seharusnya ditahan justru mendorong struktur hingga pecah di empat sisi.

Sejak Awal Sudah Disorot

Penelusuran CektaIndonesia.com mengungkap bahwa proyek ini sebelumnya telah menuai sorotan. Dalam pemberitaan terdahulu, ditemukan kejanggalan pada papan informasi proyek yang tidak mencantumkan item pekerjaan jembatan.

Bahkan saat itu sudah terlihat adanya indikasi retakan awal di area ujung jembatan. Kini, kondisi tersebut terbukti semakin parah.

Viral di Media Sosial, Publik Lebih Dulu Curiga

Proyek ini juga sempat viral di Facebook dengan nilai anggaran sekitar Rp4 miliar. Sorotan publik kini seolah terbukti setelah munculnya kerusakan nyata di lapangan.

Bantahan Pelaksana vs Fakta Lapangan

Pihak pelaksana berdalih kerusakan masih dalam masa pemeliharaan dan menyebut struktur utama aman.

Namun fakta menunjukkan, kerusakan terjadi pada beton penahan ujung jembatan yang pecah di empat sisi—bagian penting dalam menjaga kestabilan tanah oprit.

Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Sambas yang identitasnya disamarkan menegaskan:

“Kalau struktur penahan di ujung jembatan sampai pecah, itu tidak boleh. Itu bisa mengarah ke kegagalan konstruksi.”

LSM LAKSRI: Ini Harus Diusut, Jangan Ditutup-Tutupi

Perwakilan Laskar Anti Korupsi sarewigading Republik Indonesia Rudi Kurniawan W ,CFLE,. turut angkat suara dan mendesak adanya tindakan tegas.

“Kerusakan seperti ini tidak bisa dianggap hal biasa, apalagi proyeknya baru selesai. Kalau beton di ujung jembatan sudah pecah di empat sisi, ini patut diduga kuat ada kegagalan konstruksi sejak awal,” tegasnya.

LSM Laksri juga meminta agar pihak berwenang tidak menutup-nutupi persoalan ini.

“Kami minta Inspektorat dan aparat penegak hukum segera turun. Jangan sampai uang rakyat digunakan untuk pekerjaan yang kualitasnya seperti ini. Harus ada yang bertanggung jawab,” lanjutnya.

Warga Ramayadi Resah, Akses Utama Terancam

Warga Dusun Ramayadi mulai khawatir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang digunakan setiap hari.

“Kalau sudah pecah begitu, kami takut. Ini jalan utama,” ujar warga.

Ancaman Nyata di Depan Mata

Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini berpotensi:

Menyebabkan longsor oprit

Memperparah kerusakan struktur

Mengancam keselamatan pengguna jalan

Desakan Audit & Penegakan Hukum

Publik mendesak:
Inspektorat Kabupaten Sambas segera audit total

Evaluasi teknis dan administratif proyek

Aparat penegak hukum turun tangan jika ada pelanggaran

Jangan Mainkan Uang Rakyat

Proyek ini dibiayai dari uang rakyat. Jika benar terjadi kegagalan konstruksi sejak awal, maka ini adalah bentuk kelalaian serius yang harus dipertanggungjawabkan.
CektaIndonesia.com akan terus mengawal kasus ini.

Warga Ramayadi menunggu kejelasan: siapa yang bertanggung jawab?

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.