Usai Bongkar Persoalan Oknum DPRD, Ketua HMI Mempawah Diduga Diteror, HMI Singkawang Bereaksi Keras

oleh -138 Dilihat
oleh
banner 468x60

Singkawang-CektaIndonesia.com

Dugaan teror dan intimidasi terhadap Ketua Umum HMI Cabang Mempawah memantik reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singkawang.

banner 336x280

Dugaan tersebut muncul setelah HMI Cabang Mempawah menyampaikan sikap terkait persoalan yang melibatkan seorang anggota DPRD Kabupaten Mempawah.

Ketua Umum HMI Cabang Mempawah, Abdul Rohman, mengaku menerima telepon dari dua nomor yang tidak dikenal pada Senin dini hari, 21 September 2026, sekitar pukul 01.29 WIB.

Abdul menyebut percakapan tersebut berisi kata-kata kasar dan bernada intimidatif. Ia juga mengaku mendapat ancaman bahwa penelepon akan mendatangi kediamannya.

Karena panggilan berlangsung pada dini hari dan berasal dari nomor yang tidak dikenal, Abdul merekam percakapan tersebut sebagai langkah antisipasi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Dalam percakapan itu, menurut pengakuan Abdul, penelepon turut menyebut nama anggota DPRD Mempawah yang sebelumnya menjadi sorotan terkait video aktivitas pembakaran lahan yang beredar di media sosial.

Namun, Abdul menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk memastikan identitas penelepon, motif, serta apakah terdapat hubungan antara dugaan teror tersebut dengan sikap HMI dalam mengawal persoalan pembakaran lahan.

HMI Singkawang: Kritik Jangan Dibalas Intimidasi

Ketua Umum HMI Cabang Singkawang, Muhammad Sukri alias Sukri Peci Merah, menyatakan solidaritas dan dukungan moril kepada Ketua Umum HMI Cabang Mempawah.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Kritik terhadap persoalan publik, kata dia, harus dijawab dengan argumentasi dan mekanisme hukum, bukan dengan tekanan maupun ancaman.

“Penyampaian kritik terhadap persoalan publik merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap tegaknya nilai keadilan, demokrasi, dan supremasi hukum,” kata Muhammad Sukri dalam pernyataan sikapnya.

HMI Cabang Singkawang menilai dugaan teror terhadap kader yang sedang menjalankan fungsi kontrol sosial tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan.

Organisasi tersebut mendorong aparat penegak hukum mengusut dugaan intimidasi secara objektif, transparan, dan berdasarkan fakta serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan intimidasi atau tindakan yang dapat mengancam keselamatan seseorang,” tegas Sukri.

Minta Kasus Dibuka Terang

HMI Singkawang meminta aparat tidak hanya memastikan siapa pelaku dugaan teror, tetapi juga mengungkap motif dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakanginya.

Menurut HMI, kepastian hukum penting agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi preseden buruk bagi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik.

Sebelumnya, HMI Cabang Mempawah memang telah menyatakan akan mengambil langkah hukum terkait dugaan pembakaran lahan dan dugaan intimidasi yang dialami ketuanya.

Pada Senin, 21 September 2026, HMI Mempawah dilaporkan telah mendatangi Mapolres Mempawah untuk membuat laporan resmi terkait kedua persoalan tersebut.

Sementara itu, terkait video pembakaran lahan yang menjadi sorotan, Polres Mempawah telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan pihak-pihak terkait.

Anggota DPRD Mempawah yang disorot dalam video tersebut juga telah memberikan klarifikasi bahwa yang dibakar merupakan kayu sisa kebakaran sebelumnya.

Empat Sikap HMI Singkawang
Dalam pernyataan sikapnya, HMI Cabang Singkawang menyampaikan empat poin.

Pertama, memberikan dukungan moril kepada Ketua Umum HMI Cabang Mempawah agar tetap teguh menjalankan tanggung jawab organisasi.

Kedua, mengajak seluruh kader HMI memperkuat solidaritas dan persaudaraan dengan tetap menjalankan perjuangan secara damai, kritis, dan bermartabat.

Ketiga, mendorong dugaan teror dan ancaman ditangani secara objektif, transparan, dan berdasarkan hukum.

Keempat, meminta seluruh pihak menghormati kebebasan berpendapat serta menjadikan dialog dan supremasi hukum sebagai jalan penyelesaian.

Muhammad Sukri menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa harus tetap berpijak pada nilai keislaman, keindonesiaan, dan independensi organisasi.

Tekanan maupun ancaman, menurutnya, tidak boleh membuat mahasiswa kehilangan keberanian untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Namun, perjuangan tersebut tetap harus dilakukan secara damai, bertanggung jawab, dan sesuai koridor hukum.

“Kepada Ketua Umum HMI Cabang Mempawah, tetaplah kuat dan istiqamah dalam perjuangan. Jangan biarkan situasi ini melemahkan semangat pengabdian dan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan HMI,” ujarnya.

HMI Cabang Singkawang berharap seluruh pihak menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Aparat penegak hukum juga didorong memastikan dugaan teror tersebut mendapat penanganan yang transparan sehingga identitas pelaku, motif, serta fakta di balik dugaan intimidasi dapat terungkap berdasarkan bukti.

Bagi HMI Singkawang, kritik terhadap persoalan publik merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Karena itu, perbedaan pandangan semestinya diselesaikan melalui dialog, argumentasi, dan mekanisme hukum, bukan melalui tekanan ataupun ancaman.
Yakin Usaha Sampai!

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.