Sambas-CektaIndonesia.com
Sebanyak 15 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis 21 Mei 2026
Informasi tersebut pertama kali diberitakan media Jejaring Kalbar dan turut menjadi perbincangan masyarakat di media sosial. Sejumlah unggahan netizen menyebut para siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sambas, Dzaky Brayogi, mengatakan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selakau.
“Data terakhir yang kami terima ada 15 anak terdampak dan semuanya sudah mendapatkan perawatan di Puskesmas Selakau,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, 14 siswa dilaporkan telah dipulangkan karena kondisi kesehatannya membaik. Sementara satu siswa lainnya masih menjalani observasi medis lantaran mengalami kendala saat diberikan obat oral sehingga harus mendapat penanganan melalui infus.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat dan hasil konfirmasi sejumlah warga di wilayah Sei Daun, siswa yang diduga terdampak berasal dari beberapa sekolah, di antaranya SDN 08 Sei Daun dan SDN 06 Sei Rusa.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait. Sampel makanan yang dikonsumsi siswa telah diamankan dan direncanakan akan diperiksa di laboratorium BPOM Provinsi Kalimantan Barat untuk memastikan adanya kandungan mikroorganisme atau zat berbahaya.
“Untuk penyebabnya masih kita telusuri dan investigasi. Sampel makanan sudah diamankan pihak puskesmas dan rencananya akan didorong ke BPOM provinsi untuk pemeriksaan mikroorganisme,” kata Dzaky.
Ia menambahkan, sejumlah instansi telah turun langsung menangani kasus tersebut, mulai dari Korwil SPPG Kabupaten Sambas, Dinas Kesehatan, Loka POM, hingga Puskesmas Selakau.
Sementara itu, berdasarkan laporan awal di lapangan dan komentar sejumlah netizen, dugaan sementara mengarah pada olahan ayam dalam menu MBG yang disebut dalam kondisi berlendir atau tidak layak konsumsi.
Meski demikian, pihak terkait menegaskan kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium resmi.
Dzaky juga menegaskan, apabila nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian dari pengelola dapur SPPG Selakau Sungai Nyirih, maka pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan untuk diberikan tindakan tegas.
“Kalau nanti terbukti ada kelalaian dari pengelola dapur SPPG Selakau Sungai Nyirih tentu akan kami laporkan ke pimpinan dan diberikan tindakan tegas,” tegasnya.
Red










