Normalisasi Asuansang Jadi Sorotan: Alat Berat Bekerja, Papan Informasi Tak Terlihat, Warga Bertanya Ini Proyek Siapa?

oleh -10 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.com

Aktivitas normalisasi saluran menggunakan alat berat di Dusun Asuansang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, menuai tanda tanya di tengah masyarakat. (25/9/2026)

banner 336x280

Bukan soal alat beratnya yang menjadi perhatian utama. Yang justru mengundang pertanyaan adalah minimnya informasi di lokasi pekerjaan.

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya aktivitas pengerjaan normalisasi pada saluran yang berada di kawasan permukiman dan lingkungan warga. Namun, papan informasi kegiatan yang seharusnya menjadi sumber informasi publik tidak terlihat di lokasi pekerjaan.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar mengaku tidak mengetahui secara jelas siapa yang mengerjakan, siapa penanggung jawabnya, berapa nilai pekerjaannya, serta dari mana sumber anggarannya.

Salah seorang warga Dusun Asuansang yang dikonfirmasi CektaIndonesia.com mengaku cukup bingung dengan keberadaan pekerjaan tersebut.

“Kami warga sini tidak mengetahui pengerjaan normalisasi ini. Menggunakan alat berat, tapi tidak tahu ini pekerjaan siapa dan dana dari mana,” ungkap warga tersebut.

Menurutnya, sampai saat ini warga juga tidak mengetahui apakah pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sambas, APBD Provinsi Kalimantan Barat, APBN, atau sumber anggaran lainnya.

“Apakah APBD kabupaten, provinsi, atau APBN, kami warga di sini tidak tahu. Kami juga tidak melihat adanya papan plang informasi tentang status pengerjaan proyek ini,” katanya.

Alat Berat Terlihat, Informasi Justru Hilang

Persoalan ini menjadi menarik karena aktivitas pekerjaan fisik dapat dilihat secara langsung, sementara informasi mengenai pekerjaan justru tidak tampak di lapangan.

Bagi masyarakat, papan informasi bukan sekadar pelengkap pekerjaan. Informasi tersebut menjadi pintu bagi publik untuk mengetahui nama kegiatan, instansi pemilik pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, volume pekerjaan hingga waktu pelaksanaan.

Tanpa informasi tersebut, warga hanya bisa melihat pekerjaan berlangsung tanpa memiliki kepastian mengenai identitas kegiatan yang sedang dikerjakan.

Pertanyaan sederhananya: jika pekerjaan ini menggunakan anggaran pemerintah, mengapa informasi mengenai pekerjaan tersebut tidak terlihat jelas di lokasi?

Pertanyaan itu tentu membutuhkan jawaban dari instansi atau pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan normalisasi tersebut.

Publik Berhak Tahu

CektaIndonesia.com tidak menyimpulkan adanya pelanggaran dalam kegiatan tersebut. Namun, minimnya informasi di lapangan patut mendapat penjelasan, terutama jika pekerjaan tersebut berkaitan dengan penggunaan anggaran negara atau daerah.

Keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari sebuah pekerjaan, tetapi juga dapat mengetahui apa yang dikerjakan, siapa yang mengerjakan, berapa anggarannya, dan untuk kepentingan siapa pekerjaan tersebut dilaksanakan.

Hingga berita ini diterbitkan, CektaIndonesia.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai identitas pekerjaan, sumber anggaran, nilai kegiatan, serta alasan tidak terlihatnya papan informasi di lokasi.

CektaIndonesia.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan kepada publik.

Sebab ketika alat berat sudah bekerja di tengah masyarakat, pertanyaan warga pun sederhana: Ini pekerjaan siapa, menggunakan uang dari mana, dan mengapa informasinya tidak terlihat?

Jurnalis: Hermanto

Editor: Wardi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.