Karhutla di 17 Desa Kabupaten Sambas Kian Mengkhawatirkan, Memasuki Awal September Kabut Asap Kian Pekat

oleh -855 Dilihat
oleh
banner 468x60

Sambas-CektaIndonesia.comĀ 

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus menjadi perhatian serius. Berdasarkan perkembangan penanganan di lapangan, Karhutla dilaporkan terjadi di 17 desa yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas.(4/9/2026)

banner 336x280

Dari 17 desa tersebut, sebanyak 8 desa dilaporkan api sudah padam, namun masih ditemukan kepulan asap, sementara 9 desa lainnya masih terdapat asap dan titik api yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Memasuki awal September 2026, kondisi kabut asap di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas dilaporkan semakin pekat. Asap yang menyelimuti kawasan permukiman dan jalur aktivitas masyarakat mulai menimbulkan kekhawatiran, terutama terhadap dampaknya bagi kesehatan dan keselamatan warga.

Kondisi tersebut menyebabkan dampak Karhutla semakin dirasakan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang bagi pengguna jalan serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia dan kelompok masyarakat rentan.

Berdasarkan data yang sebelumnya dipaparkan dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Sambas, hingga 23 Agustus 2026 luas lahan yang terbakar dilaporkan mencapai 2.318,48 hektare, dengan 1.303 titik panas terdeteksi.

Kondisi cuaca kering, keterbatasan sumber air di beberapa lokasi serta faktor angin menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengendalian kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Sambas bersama unsur terkait terus melakukan koordinasi dan penanganan Karhutla. Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas ke wilayah lainnya.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap semakin pekat serta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, semak belukar maupun sampah secara sembarangan. Pencegahan dinilai menjadi langkah penting agar jumlah titik kebakaran tidak terus bertambah.

Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga menyangkut keselamatan lingkungan, kesehatan dan kehidupan masyarakat. Penanganannya membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

Dengan masih terjadinya Karhutla di 17 desa dan kondisi kabut asap yang semakin pekat memasuki awal September, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sambas diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran baru.

CektaIndonesia.com akan terus memantau perkembangan penanganan Karhutla di Kabupaten Sambas.

Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.