Membahayakan Nyawa! Simpang 4 Makam Pahlawan Sukaharja Rusak Parah: Seng Baliho Hantam Anak Sekolah, Lubang 20 CM Intai Pengendara

oleh -237 Dilihat
oleh
banner 468x60

Ketapang — CektaIndonesia.com 

banner 336x280

Ruas jalan di perempatan lampu merah Simpang 4 Makam Pahlawan, RT 024/RW 006, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, saat ini berada dalam kondisi kritis dan sangat membahayakan keselamatan publik. Persimpangan yang mempertemukan jalur padat lalu lintas antara Jalan Mayjend Sutoyo dan Jalan Brigjen Katamso ini mendesak untuk segera ditangani sebelum memakan korban jiwa.

Berdasarkan investigasi mandiri dan pantauan visual langsung di lapangan, ancaman keselamatan mengintai masyarakat dari dua arah sekaligus: dari atas kepala dan dari bawah aspal.

Seng Baliho Lepas, Anak Sekolah Jadi Korban:

Di sudut persimpangan, sebuah baliho besar terpantau mengalami kerusakan parah. Material seng penutup baliho tersebut sudah lapuk, terkelupas, dan menjuntai liar tertiup angin hingga siap lepas kapan saja.

Ironisnya, ancaman ini bukan lagi sekadar potensi. Baru-baru ini, material seng yang terlepas dari baliho tersebut jatuh dan langsung mengenai seorang anak sekolah yang sedang melintas di kawasan tersebut. Insiden ini memicu keresahan mendalam bagi warga sekitar yang setiap hari memanfaatkan jalur tersebut untuk aktivitas anak-anak mereka.

Aspal Berlubang 20 Sentimeter di Tikungan Tajam:

Tak hanya ancaman dari udara, para pengguna jalan juga harus bertaruh nyawa di atas aspal. Tepat di area tikungan persimpangan, terdapat beberapa titik lubang jalan yang menganga lebar dengan kedalaman ekstrem mencapai sekitar 20 sentimeter.

Kondisi lubang yang dalam di area tikungan ini menjadi jebakan maut, terutama bagi pengendara roda dua. Mereka kerap terpaksa melakukan pengereman mendadak atau menghindar ke tengah jalan demi menghindari lubang, yang justru memicu risiko bersenggolan dengan kendaraan lain.

Kerawanan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di titik ini meningkat drastis pada jam-jam sibuk sore hari, khususnya antara pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Pada durasi tersebut, volume kendaraan berada di puncaknya karena bertepatan dengan jam pulang kerja dan bubaran anak sekolah.

Respons Kepala Dinas PUTR Ketapang:

Merespons situasi darurat yang mulai memakan korban ini, jurnalis investigasi Cekta Indonesia, Ega Safitri, langsung melakukan konfirmasi cepat kepada pihak pemangku kebijakan, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang.

Saat dihubungi langsung untuk dimintai keterangan, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Ketapang, H. Dennery, S.T., M.T., menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan darurat tersebut dan langsung menginstruksikan jajaran teknis untuk segera turun ke lapangan.

“Udah kami hubungi ke bidang bina marga, semoga cepat penanganannya,” ujar H. Dennery saat memberikan konfirmasi resmi terkait langkah awal kedinasan.

Desakan Aksi Nyata: Jangan Tunggu Korban Jiwa

Meskipun sudah ada respons awal dari orang nomor satu di Dinas PUTR Ketapang, tindakan nyata di lapangan kini dinantikan. Pembongkaran atau perbaikan baliho lapuk yang membahayakan serta penambalan segera pada lubang jalan sedalam 20 cm tersebut harus menjadi prioritas utama.

Mengingat lokasi ini adalah fasilitas publik yang vital di jantung Kecamatan Delta Pawan, kecepatan eksekusi dari Bidang Bina Marga Dinas PUTR sangat menentukan keselamatan warga Ketapang yang melintas setiap harinya.

(Cekta/Ega Safitri)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.