Bui Kiong Klarifikasi Kabar Keterlibatan Kunjungan Pejabat ke Kebun Durian di Sajingan

oleh -2203 Dilihat
oleh
banner 468x60

SAMBAS — CektaIndonesia.com

 

banner 336x280

Pemberitaan dan perbincangan publik terkait beredarnya sebuah video yang menampilkan kunjungan Bupati Sambas terpilih, Wali Kota Singkawang, serta sejumlah pejabat ke sebuah kebun durian di Kecamatan Sajingan Besar yang diduga berada di kawasan hutan produksi, terus menuai perhatian masyarakat,Selasa (03/02/2026)

Seiring beredarnya video tersebut, muncul pula kabar yang menyebutkan bahwa Bui Kiong, anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Partai Gerindra, turut hadir dalam kunjungan tersebut. Informasi itu berkembang di tengah sorotan publik terhadap dugaan pemanfaatan kawasan hutan produksi untuk aktivitas perkebunan.

Menanggapi kabar tersebut, Bui Kiong memberikan klarifikasi. Melalui pesan WhatsApp yang diterima media, ia menegaskan tidak mengetahui informasi sebagaimana yang beredar dan membantah keterlibatannya dalam kegiatan tersebut.

“Siap daan sy bg. Daan lalu tau sy cerite. Kalau ad ikut tatap nampak la, Daan kanak sabutkan name,” tulis Bui Kiong dalam pesan singkatnya.

Bui Kiong menekankan bahwa dirinya tidak pernah diberitahu maupun mengetahui adanya kunjungan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa dalam video yang beredar, tidak terdapat penyebutan nama dirinya, sehingga ia mempertanyakan dasar munculnya kabar yang mengaitkan dirinya dengan kegiatan tersebut.

Sebelumnya, video kunjungan ke kebun durian di Kecamatan Sajingan Besar tersebut sempat beredar luas di media sosial sebelum akhirnya dilaporkan dihapus dari akun pengunggah. Dalam pemberitaan media online, lokasi kebun durian itu disebut-sebut diduga berada di kawasan hutan produksi, sehingga memunculkan pertanyaan terkait legalitas aktivitas perkebunan dan kehadiran sejumlah pejabat publik di lokasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang terkait status pasti kawasan kebun durian yang dikunjungi maupun tujuan kunjungan para pejabat tersebut. Klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam video masih terus ditunggu guna memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Media ini menegaskan bahwa klarifikasi disampaikan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan akurasi informasi, sekaligus untuk meluruskan kabar yang berkembang di ruang publik.

 

Reporter Rizalfarizal

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.